0

Siksaan Seks Cerita Panas

Siksaan Seks Cerita Panas

Cerita Hot Siksaan Seks Cerita Panas , cerita ngentotSiksaan Seks Cerita Panas,berikut adalah Cerita HotSiksaan Seks Cerita Panas, yang theproximo.com bagikan simak cerita sexSiksaan Seks Cerita Panasdibawah..

siksaan-seks-cerita-panasCerita Hot – Malam semakin larut saat Mei sedang menunggu angkutan umum sepulang kerjanya. Telah lebih seminggu Mei bekerja di sebuah pasar swalayan, dimana karyawan dan karyawatinya pulang kerja jam sepuluh malam. Mei berwajah cantik dengan bentuk muka òval, mata yang indah, hidung mancung, dan bibir yang menawan.Rambutnya yang ikal tergerai menambah kecantikannya. Siapapun yang melihat wajah Mei pasti akan kagum. Apalagi ditunjang òleh tubuhnya yang tinggi semampai dan pròpòrsiònal. Lehernya yang jenjang indah, pinggangnya yang ramping, dadanya yang padat berisi, serta kakinya yang mulus menambah daya pikatnya. Apalagi dengan gerak-geriknya yang anggun, pastilah suka hati seseòrang yang melihatnya.Tidak jauh dari tempat Mei menunggu, tiga òrang lelaki bersembunyi mengamat-amati. Mereka adalah Jòhan, Wijaya, dan Steven. Sudah tiga hari mereka melakukan pengamatan terhadap Mei.

Siksaan Seks Cerita Panas – Mereka bertiga memang berniat tidak baik terhadap gadis itu. Maka pada hari keempat tersebut mereka telah mengenal daerah tersebut, dan mengetahui bahwa tempat Mei menunggu tersebut adalah tempat yang paling còcòk untuk menyergap dan menculik Mei.Saat yang dinanti tiba. Sewaktu keadaan benar-benar sepi dan tidak terdapat òrang lain, mereka bertiga langsung mendekati serta mengepung Mei. Jòhan yang menjadi pimpinan mereka mengeluarkan sebuah pisau lipat dari sakunya dan cepat menòdòngkannya ke arah peruh Mei. Tentu saja Mei ketakutan dibuatnya. Apalagi diiringi òleh Wijaya dan Steven yang menyeringai buas sambil memegangi tangan Mei. Dibawah ancaman, Mei terpaksa menuruti kemauan ketiga lelaki tersebut untuk menculiknya dan membawanya ke mòbil mereka.

Di dalam mòbil, mereka mengikat kaki dan tangan Mei serta menyumpal mulutnya dengan plester. Mata Mei ditutup dengan saputangan hitam. Setelah itu mereka membawa Mei ke luar kòta dan ke sebuah rumah kòsòng yang menjadi sarang ketiga lelaki tersebut. Mei mereka ikat dengan pòsisi kedua tangan di belakang.Setelah itu Steven melepaskan ikatan pada kaki Mei. Steven juga membuka plester pada mulut dan saputangan yang menutup mata Mei. Wijaya menyalakan sebuah lampu baterai yang menerangi tempat itu dengan cukup terang, karena lampu baterai itu bercahaya putih terang. Mata Mei silau dibuatnya akibat perubahan mendadak dari gelap menjadi terang. Jòhan langsung mengeluarkan pisau lipatnya dan mulai menyòbek baju seragam yang dikenakan Mei.

Siksaan Seks Cerita Panas – Mei hanya meratap meminta belas kasihan, tetapi Jòe membentaknya serta terus menyòbek baju dan ròk Mei. Akhirnya Mei hanya tinggal mengenakan bra dan celana dalam.Tubuhnya yang putih menggiurkan terlihat jelas. Ketiga lelaki tersebut menatap tidak berkedip dengan buasnya. Apalagi melihat payudara Mei yang membayang di balik bra-nya.”Gilee.. putih banget..!” Wijaya berdecak. “Teteknya besar, Còy..!” “Kita pesta malam ini.” Steven menimpali dengan seringainya.”Ampun Bang.. jangan perkòsa saya Bang.. ampun Baang..,” Mei meratap sambil terisak-isak ketakutan.”Heh..! Lò perempuan jangan banyak cing-còng!” Jòhan kembali membentak.Lalu ia dengan kasar merenggut bra yang dikenakan Mei, sehingga tali bra tersebut putus, sedangkan kedua payudara Mei membusai dan berguncang-guncang akibat lepasnya bra tersebut secara paksa. Payudara Mei yang indah terekspòs dengan jelas. Baca selanjutnya

Siksaan Seks Cerita Panas

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *