0

Sepasang ABG Yang Sedang Menahan Nafsu

Perkenalkan namaku Agus. Aq seorang manajer di sesuatu perusahan swasta yg ada di wilayah Jakarta. Walaupun aq sudah lama bekerja aq tetap jadi lajang.

Cerita sex ini diawali waktu aq bertemu seorang mahasiswi yg sedang magang di tempatku bekerja. Mahasiswai tersebut mempunyai nama Erlin. Aq tdk seperti itu tau belajar dari kampus apa yg dia mabil, tetapi ia bekerja Selayak sekretari di tempatku bekerja.

Erlin bermuka manis, berkulit putih mulus layakanya wanita keturunan chinese, mempunyai tubuh langsing, rambutnya hitam kecoklaotan panjang sebahu. tampilan Erlin amat menarik perhatian para lelaki di tempatku bekerja, disebabkan dia bertampilan layaknya mahasiswi di universitas. ini menjadi angin fresh spesifik untuk kami para lelaki di tempatku bekerja.

Singkat cerita. Suatu hari Erlin keruanganku untuk memohon tanda tangangku. Aq amat terkejut bentuk rupanya yg amat seksi. ia memakai kaos hitam ketat berlengan pendek, rok mini berbahan jeans, dan sepasang sandal tinggi untuk wanita. Aq bisa melihat bentuk buah dwujudnya yg membusung dari balik kaos hitam ketat itu jelas serta juga pacuma yg putih mulus itu kulihat sepuasku.

Erlin masuk keruanganku dan memberikan beberapa Bendel untuk kutandatangani. waktu ia berada didekatku, sepintas tercium harum semernbak dari tubuhnya yg sedikit-sedikit merangsangku. Kulihat Erlin agak tegang, jadi kupersilahkan dia untuk duduk di depan meja kerjaku. sembari pura pura membaca Bendel yg ia berikan, aq mulai sedikit-sedikit berbicara nya, basa basi layaknya seorang atasan bawahannya, sembari saling berkenalan.

“Kamu kok sering sekali pakai baju itu sich??” tanyaku pada Erlin.

Erlin jadi tersipu malu mendengar pertanyaanku seraya memberikan jawaban,

“Habisnya kata kawan-kawan aq terlihat layaknya model kalau aq pakai baju ini. Emangnya mengapa sich pak??”

“Nggak mengapa-mengapa kok, aq juga suka ngeliat kamu berpakaian layaknya ini, betul-betul cantik layaknya model” kataku kepwujudnya.

“ihh bapak bisa aja” tukas Erlin sembari tersipu malu.

Kucoba memberanikan diri menanya lebih jauh lagi kepwujudnya,

“Erlin, kamu sudah punya pacar belum??”

“Sudah pak” jawab Erlin.

Aq agak kecewa mendengarnya, tapi aq terus berusaha, memancingnya untuk bicara soal sex.

“bernasib baik sekali yah yg jadi cowok kamu , dia pasti amat bahagia bisa bercinta wanita seseksi kamu” tuturku sembari bergurau.

Erlin Datang-Datang terlihat sedih, terbukti dia belum pernah sekalipun ngesex pacarnya dan perihal tersebut bikin malu di hadapan kawan-kawannya di universitas yg sudah pernah ngesex pacar masing-masing dan pacar Erlin juga orangnya amat alim sehingga susah untuk diajak ngesex. Aq cuma membuat ganguank-angguk saja mendengar perkataanya. Terlihat hasrat Erlin untuk merasakan nikmatnya duniawi, tetapi pengetahuannya tentang sex juga tetap mempunyai kelompok dangkal.

“Pak, kawan-kawan katakan sex itu nikmat. Benar nggak sich??” tanya Erlin padaku. Aq sempat terkejut mendengar pertanyaanya, lalu kujawab,

“Benar, kawan-kawan kamu itu benar. Sex itu memang nikmat, kawan-kawanku juga katakan seperti itu. Aq sendiri juga belum pernah merasakan kok” Erlin terlihat semakin sedih, menyadari ketdk mampuan dirinya dalam terkait sex.

Kuhibur ia sebentar, sembari kuajak bergurau dan berkata,

“Bagaimana kalau kamu coba bercinta ku sekarang disini, nanti aq ajarin tehnik-tehniknya deh biar pacar kamu bisa tunduk sama kamu di ranjang, bahkan bisa aja pacar kamu yg ketagihan nanti”

Erlin terlihat gelisah,

“Bagaiamana nanti kalau kita ketahuan atau diintip manusia disini, pak??” tannya padaku.

“Tenang, kita sex kilat aja, sekitar 10-15 menitan” tuturku pada Erlin.

Erlin pun terima tawaranku, dan aq pun bersorak gembira dalam hati. ‘peluang bagus nich’ tuturku dalam hati.

nasib baik di setiap ruang manajer dan direktur di kantorku ada toilet pribadi yg terpisah toilet umum. Kutuntun Erlin menuju toilet pribadi di dalam ruanganku, maksud agar nada/suara kami tdk terdengar ke luar.

Aq langsung menutup dan mengunci pintu toliet, seraya mulai memeluk Erlin. Lalu aq duduk diatas kloset dan kusurh Erlin duduk diatas pangkuanku, posisi buah dwujudnya menghadap ke mukaku. sebentar kunikmati harum tubuhnya, sembari meraba-raba koas ketanya itu. disebabkan ini sex kilat, maka aq cuma melorotkan celana dalam Erlin sedikit, lalu kuselipkan batang alat vitalku pada celana dalam Erlin, menuju mrs.Vnya yg tetap berbulu jarang itu.

Tanpa kesusahan, aq berhasil menggapai target, batang alat vitalku yg sudah menancap pada mrs.V Erlin. ke-2 tanganku memeggan pingul Erlin dan menggerakkannya ke atas-bawah. Sungguh nikmat sekali terasa, dan raut muka Erlin menujukkan bahwa ia sngat nikmati pergumulan ini, sesungguhnya ini baru pertama kalinya untuknya. Desahan dan erangan Erlin menjadi tak beraturan, pertanda dirinya sudah Kelelap dalam nikmat duniawi. Sekali-kali ia menjambak rambutku dan menghimpit kepalaku sehingga mukaku menempel di buah dadsanya, sembari kujilati dan kuhisap buah dada yg tertutup kaos ketat itu. Kulumat bibir Erlin maksud untuk meredakannada/suara desahan dan erangannya. Sengaja kulepaskan ke-2 tanganku dari pinggulnya, dan pinggul Erlin sudah bergerak naik turun sednirinya. Makin lama pinggul Erlin bergerak tak beraturan.

Kuselipkan ke-2 tanganku menjamah bagian-bagian tubuh Erlin yg lain layaknya pantat, paha, kaki, dll. Kuangkat kaki kiri Erlin sekitar 60 derajat tanganku, lalu kujilati paha mulusnya. kadang-kadang aq kembali melumat bibirnya bila ia mulai melakukan desahan dan membuat erangan tak karuan. Batang alat vitalku becek sekali disebabkan terus berada dalam mrs.V Erlin yg bsaha itu.

Tak terasa 10 menit telah berlalu. Kami berdua belum sempat orgasme, tetapi paling tdk bisa merasakan nikmat duniawi dalam sekejap mata. Kusadarkan Erlin yg sudah larut dalam kemikmatan duniawi itu. Erlin yg tersadar jadi tersipu malu disebabkan sadar dirinya sudah layaknya wanita murahan saja. Kucoba melakukan cabutan batang alat vitalku dari lubag mrs.V Erlin, awalanya sukar disebabkan godaan untuk terus lanjut, tetapi selanjutnya bisa sesudah berhasil melemaskan batang alat vitalku. Erlin buru-buru nerapikan celana dalamnya dan aq merapikan celana panjangku, lalu kubantu mengeringkan kaos ketat Erlin yg basah disebabkan ludahku tadi. Untung saja ludahku yg menempel pada paha Erlin sudah kering.

Aq pun keluar lebih dilu dari toilet untuk melihat situasi di luar ruang kerjaku. Kbetulan banyak tenaga kerja sedang makan siang, jadi situasi relatif aman.

“Kapan-kapan kita lanjutin lagi dech yg tadi, tapi di luar kantor. bagaimana, sex itu nikmat kan???” tuturku pada Erlin.

Erlin cuma membuat ganguank sembari tersenyum malu.

Lalu Erlin pun langsung keluar dari ruanganku dan kembali ke meja kerejanya.

Sejak kejadian itu, aq dan Erlin sering curi-curi peluang di kantor untuk bercinta kilat, mumpung Erlin tetap magang di nkantorku.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *