Putingmu Membikin aku gemas Hen

453 views

Namaku Doni. Awal mula perjumpaanku Heni dari chatroom. Waktu itu tahun 2014, aku tetap mempunyai usia 22 tahun. akan tetapi Heni sudah mempunyai umur 25 tahun. Heni waktu itu kerja di suatu perusahan swasta Selayak marketing. akan tetapi aku tetap sibuk cari kerja sesudah lulus belajar dari kampus. perjumpaanku Heni semakin akrab walaupun kami belum pernah ketemuan atau copy darat maklumlah dia di Surabaya akan tetapi aku di Jakarta. sesudah nyaris 2 tahun kami berbicara cuma lewat chat selanjutnya kami berdua mempunyai peluang untuk bertemu langsung. Waktu itu bulam Mei 2016 aku memperoleh peluang untuk berlibur ke Surabaya.

Singkat cerita akupun hingga di Bandara internasional Juanda pada tanggal 20 Mei 2016. yg terlebih dahulu kami janji untuk ketemu di suatu taman yang ada di pusat kota. Dari Bandara aku langsung naik taksi dan memohon supir untuk mengantarku ke tempat yang telah kita sepakati.

seperti itu hingga di taman bermodal photo selanjutnya untuk yang pertama kali aku melihat langsung muka Heni, aku terpana dibikinnya. berbasickanku Heni lebih cantik aslinya ketimbang di photo. bahkan dia juga mempunyai body yang teramat seksi. Perihal ini semakin bikinku terpesona dan bikin birahiku otomatis jadi naik perlahan-lahan.

sesudah bercakap-cakap beberapa menit kami berdua lantas berjalan mengelilingi taman dan tak terasa waktu pun sudah malam, kamipun lantas makan malam di restoran yang ada di dekat taman. Dan sesudah selesai makan malam aku lantas mengantar Heni pulang ke Tempat Tinggal memakai taksi. akan tetapi aku langsung menuju hotel yang terletak tidak jauh dari Tempat Tinggal Heni.

Hari selanjutnyanya aku kembali mengajak Heni untuk jalan-jalan nasib baik bertepatan malam minggu. sesudah kami berjalan-jalan dan makan malam, Heni menyuruhku untuk mengantar pulang, sesungguhnya aku tetap ingin berdua dan bercakap-cakap ya hingga larut malam, tapi Heni menangkis alasan dia menjaga Tempat Tinggal disebabkan ayah ibunya pergi ke Bali dapat hari acara Famili. Aku sesungguhnya agak kecewa mendengar penolakan dari Heni, tapi kekecewaanku cuma manakala saja disebabkan Heni mengajakku untuk bermalam di Tempat Tinggalnya. Heni tak berani di Tempat Tinggal sendirian. Tanpa pikir panjang akupun mengiyakan ajak dari Heni. Dan selanjutnya kami berdua hingga di Tempat Tinggal Heni tepat pukul 10 malam.

Sehingganya di Tempat Tinggalnya kami berdua lantas masuk ke Tempat Tinggal Heni yang lumayan besar. Aku disuruhnya untuk duduk di sofa di ruang tamu. Heni lantas permisi untuk mandi. Entah setan mana yang merasuki pikiranku sehingga aku berfikir memikirkan menyalurkan hasrat sexku pada Heni. Terus terang saja selama ini aku senantiasa horny jika mendengar nada/suara Heni waktu kami telpon-telponan, aku senantiasa onani memikirkan sedang menyetubuhinya. Dan asyiknya Heni tahu kalau aku senantiasa onani waktu aku sedang telpon dia.

Mendengar nada/suara Heni mandi pikiranku bertambah kotor. Maka aku memberanikan diri untuk berjalan pelan-pelan mendekati kamar mandi tempat Heni mandi. Aku melacak celah agar bisa mengintip Heni. akan tetapi belum juga mendapat celah Datang-Datang Heni keluar dari kamar mandi sembari teriak dalam situasi telanjang. Dia keluar disebabkan di dalam kamar mandi ada kecoa. Mataku pun langsung tertuju pada buah dada montoknya. Sungguh panorama yang amat indah sekali denga putting mempunyai warna agak coklak. ingin sekali terasa aku melakukan jilatani putingnya. Tak hingga situ kini melihat mata mataku tertuju pada mrs.V yang ditumbuhi oleh rambut tipis terpotong rapi. Dan sepada waktu itu itupun batang penisku langsung tegak berdiri. Tanpa berpikir panjang aku langsung mendekati Heni, kurangkul tubuhnya dan kuciumi bibirnya penuh nafsu. Heni tak memberi perlawanan bahkan dia membalas ciumanku tak kalah liarnya.

“Ssssthh…aahhh…” desahnya.

Mendengar desahan Heni nafsu semakin bertambah. Ciumanku berpindah tempat pada buah dadanya. Kuciumi seluruh bagian buah dadanya dan selesai melakukan jilatani dan menyedot putingnya yang sudah menjadi keras. tatkala tangan Heni mencari jalan untuk melepas resleting celanaku. Dan tanpa kesusahan dia dia berhasil melepas celanaku dan menarik kaosku lalu dilemparkannya ke lantai. Dia lantas mencari jalan mengelus batang penisku dari luar CD yang tetap menempel pada tubuhku.

“Wooww, besar juga penismu…” katanya sembari mencari jalan melepas CDku. Aku yang mendengar itu cuma tersenyum. Aku tetap asyik bermain putting Heni. Terkadang-kadang kuemut, kuhisap dan kugigit lembut putingnya itu, sehingga bikin Heni tak kuasa untuk menahan hawa nafsunya yang sudah nyaris meledak. kelihatannya ia juga sudah tidak sabar untuk merasakan batang penisku.

“Ayo sayang kita lanjutkan ke kamarku aja” ajak Heni.

Lalu kugendong tubuhnya ke loteng dan kubawa didalam kamar tidurnya dan selanjutnya kurebahkan tubuh bugilnya diatas kasur yang empuk. Tanpa menanti lebih lama lagi, langsung kuhisap putingmya lagi yang semakin menjadi keras.

“Ooohhh Don…nikmat sekali jilatanmu” desahnya manja.

“Putingmu membikin aku gemas Hen…” kataku.

“Sedot terus Dooon…aahhh…” pintanya manja.

Mendengar desahannya aku semakin bernafsu. Lambat laun ciumanku merambat turun ke pusarnya lalu ke gundukan diantara selangkangannya. lantas kumainkan klitorisnya lidahku dan aku membuat masuk ujung lidahku didalam lubang mrs.Vnya yang harum itu. lantas dia mengangkat pinggulnya dan berseru,

“Ooohhh…yeesss…ssthh..aaahh…”

tatkala aku tetap mempermainkan seluruh bagian mrs.Vnya lidahku, Heni semakin kencang menggoyang-goyangkan pinggulnya, lantas Datang-Datang dia berteriak,

“Aaahhh Dooommm…aakuuu keluaaaarrr..aaahhh…” teriaknya tubuh mengejang dan matanya terpejam.

Terlihat cairan kewanitaannya membanjiri mrs.Vnya. Kuhisap cairannya itu dan kurasakan manis bergugus-gugus asin aroma yang wangi dan hangat. Kuhisap cairannya rakus hingga habis dan tubuhku kembali merambat ke atas melakukan hisapan putingnya kembali yang tampak indah bagiku. terasa bibirku tetap belum puas menyusui di putingnya itu.

Kulihat Heni kembali menggeliat dan melakukan desahan. kelihatannya dia mulai terangsang kembali dan memohonku untuk langsung membuat masuk batang penisku yang sebesar ukuran 16 cm diameters 3 cm didalam gua keramatnya yang sudah basah sekali.

“Ayo Don, masukin sekarang, aku sudah gak tahan lagi” pintanya.

Tanpa menanti lebih lama lagi lalu kuarahkan batang penisku didalam lubang mrs.Vnya perlahan-lahan akan tetapi pasti. Batang penisku pun mulai menyeruak masuk didalam lubang mrs.Vnya yang tetap sempit (maklumlah Heni tetap perawan) dan selanjutnya batang penisku berhasil masuk 3/4 didalam lubang mrs.Vnya.

“Auuu…sakit Doonnn..pelan sayang…” erangnya sedikit tertahan.

Kembali kutekan batang penisku untuk masuk ke lubang mrs.Vnya perlahan sehingga selanjutnya aku berhasil membuat masuk seluruh penisku didalam lubang mrs.Vnya dan menyentuh basic mrs.Vnya.

“Bleessss…sleeeppp…”

“Ahhh….mantab sekali…” katanya yang disertai desahan halus.

Aku semakin bernafsu untuk menggenjotnya sesudah mendengar desahan dan erangannya. Semakin dia melakukan desahan, aku semakin membuat cepat genjotanku di lubang mrs.Vnya.

“Terus Dooonnn…aku mau keluar niiihh…aahhh…”

“Tahan Hen… aku juga mau keluuaarr, keluarkan di mana Heeenn….?” tanyaku.

“Di da….”

Belum sempat Heni memberikan jawaban, aku sudah tidak dapat menahannya lagi, sehingga akibatnya,

“Crooottt.. Croooottt.. Crooottt.. Croooot..”

Beberapa kali batang penisku menembakkan spermaku yang banyak didalam lubang mrs.Vnya dan waktu itu juga aku merasakan cairan hangat dan darah perawan keluar dari dalam lubang mrs.V Heni membasahi batang penisku yang tetap tegak di dalam mrs.Vnya.

“Terima kasih Hen.. Kamu sudah memberikan aku kesenangan malam ini…aku amat puas sekali” kataku sembari mengecup lembut bibirnya dan menarik keluar batang penisku.

“Sama-sama Don…aku juga ingin berterima kasih ke kamu, disebabkan telah menyenangkan nafsuku untuk melakukan jalinan sex mu yang selama ini kupendam dalam anganku,” katanya tanpa malu-malu mata yang sayu.

“Ayo Don kita mandi bareng..,” ajaknya sembari menarik tanganku.

Dan di kamar mandi itu batang penisku kembali bereaksi pada waktu itu Heni mengocoknya mulutnya. Aku langsung saja menarik pinggang Heni dan menyuruhnya menungging ke arahku. perlahan lahan Kumasukan Batang penisku yang sudah menegang ke sela-sela pantatnya yang tidak seperti itu besar. sebentar Heni tersentak, akan tetapi perihal tersebut cuma diadakan sebentar saja, disebabkan Heni lantas membuat imbang gerakanku menggerak-gerakkan pinggulnya pada waktu itu dirasakan batang penisku sudah masuk semuanya didalam lubang mrs.Vnya.

“Terus Dooonnn… aku keluaaar lagiiii…aaahhh…” erangnya lembut.

“Aku juga Heeenn…ooohh…” kataku sembari terus lakukan genjotan dan menyemprotkan spermaku didalam lubang mrs.Vnya kembali.

sesudah itu kami melanjutkan mandi kembali dan sesudah mandi sebelum tidur, aku mengentotnya sekali lagi. Keesokan paginya pada waktu aku bangun pukul 7 pagi kembali entot dia dan malam harinya kami kembali terkait badan.

Sungguh liburan yang berkesan mengentot kawan chatting. Terima kasih Heni atas darah perawanmu.

Tags: #Bokep Online #Cerita Dewasa #Cerita Sex #Cerita Sex Terbaru #Dan Film Semi.

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...