0

Ngentot Kesayanganku Cerita Dewasa

Ngentot Kesayanganku Cerita Dewasa

merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi.

Ngentot Kesayanganku Cerita Dewasa

theproximo.com adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

ngentot-kesayanganku-cerita-dewasaCerita Dewasa – Suntuk! Satu kata yang membawaku melarikan motor kesayanganku lakukan belaanh dinginnya malam bulan Agustus, menuju ke pusat keramaian kota Yogyakarta, Maliboro. Terus terang fikiranku kacau, wanita yang aku sayangi sore tadi pergi tanpa pamit kawannya ke luar kota. sesungguhnya sudah lima hari ini tak diberinya jatah sex, alasan sedang ujian tengah semester. Mau meledak terasa kepala ini, harus kusalurkan nafsu ini bila tak ingin uring-uringan terus. Terbayang di benak seluruh rancangan tuk malam ini memberi kepuasan dirinya dan pelampiasan nafsuku, sebutir obat kuat telah kusiapkan disaku calana. SiAL! makiku dalam hati… Warung itu terlihat sepi. sesungguhnya bukan warung, lebih mirip gerobak dorong makanan yang terparkir di pinggir jalan seberang toko Ramai Malioboro. Kuparkir motor di depan gerobak makanan itu, kupesan segelas jahe tape untuk mengusir dinginnya malam. Kulirik jam baru setengah sembilan malam, tinggal setengah jam lagi bubaran toko-toko sepanjang Malioboro, dimana pelayan-pelayan toko berhamburan keluar toko untuk pulang. Kuraih rokok di saku jaket yang tinggal tiga batang, kunyalakan dan kuhisap kuat sambil kuhembuskan keras ke udara. Dinginnya malam tak cukup untuk mendinginkan hati ini, terlebih dalam calanaku yang menginginkan jatah. Fikiranku melayang mencari cara memenuhi hasrat ini. Waktu pun berjalan, fikiranku terus berkecamuk, terdengar nada/suara wanita melakukan pesanan segelas teh hangat di sampingku. Kugeser letak dudukku, kulirik dia, hmm lumayan juga nih cewek. “Permisi mas numpang duduk” sapanya. “Oh monggo, silahkan-silahkan” jawabku memberi tempat kepwujudnya. “Kok belum pulang mbak?” tanyaku membongkar perbincangan. “iya mas, tunggu jemputan, tapi kok belum kelihatan ya” jawabnya sambil melihat kiri dan kanan. “Biasanya dah jemput dari tadi lho mas” tambahnya. Tiba-tiba Hp di tas wanita itu berbunyi, kulihat dia memberikan jawaban telepon itu, kuperhatikan mukanya. Alamak! muka itu tertekuk marah, menambah manis muka ayunya. “Kurang ajar” katanya sambil menutup pembicaraan teleponnya. “mengapa mbak, kok marah-marah?” tanyaku pwujudnya. “basic cowok gak tahu di untung, minggat sana sama gendaknya” maki dirinya pada cowok di telepon tadi. Tiba-tiba dia menelungkupkan muka ayunya ke atas meja sambil menangis. Wah kacau nih, pikirku. “Sudahlah mbak, nggak usah dipikirin, laki-laki emang begitu” rayuku sambil tak kusadari bahwa aku juga laki-laki yang mungkin lebih berengsek dari cowoknya tadi. “Gimana kalau saya saja yang mengantar embak?” kutawari diriku untuk mengantar. Wanita itu memandang, terlihat air mata yang masih mengalir dari ke-2 boal matanya. Oh My God, ayu tenan gumam hatiku, mukanya itu lho lucu, imut, kasihan diterpa sinar lampu tempel di meja gerobak dagangan makanan. “Mas nggak papa? Nanti ada yang marah? tanyanya sambil menatap lekat padaku. “Kita senasib kok mbak, Anton” kataku mempromosikan diri sambil meraih tangannya menuju motor. sesudah kubayar minuman kita, kuulurkan helm kepwujudnya. Motor kustarter, dia duduk dibelakangku. “Aku ika mas. Senasib bagaimana sih mas?” tanyanya padaku. “Aku juga ditinggal cewekku sore tadi, dia pergi sama kawan-kawannya tanpa pamit padaku” jawabku. “Tinggalmu di wilayah mana mbak?” tanyaku. “Apa” tanyanya sambil mendekatkan kepalanya ke samping kepalaku, seerrr… buah dada yang bulat kencang, sekarang nempel merapat di punggungku, terjadilah pemberontakan di dalam celana dalamku. Sial… aku lupa mengecilkan bulu bawahku, sekarang terasa perih menggigit terdesak pisang ambonku yang perlahan serta pasti menjadi keras. “mengapa mas?” tanyanya sekali lagi padaku. muka gadis itu di Dibagian kanan agak kebelakang arah mukaku, kutengok ke samping kanan, persis yang kuduga yg terlebih dahulu, begitu melihat, kucium lembut dan menyentuh pipi serta sedikit mulutnya, “iiiihhh, nakal ya masnya ini” katanya sambil mencubit pinggangku. Haa haa haa… “Kostmu wilayah mana adik manis?” tanyaku menahan perih di pinggang akibat cubitannya. “Enggak tau, aku lagi males pulang” cemberutnya sambil terus mencubit pinggangku. Kuhentikan motorku di tepi jalan. “Kok berhenti mas?” tanyanya. “Habis kamu nyubit terus dan gak di lepas-lepas sih… nanti gimana jalan motornya?” candaku. “Habis masnya juga genit sih, pakai ngesun segala” tuturnya. “Nah gitu dong, jangan sedih terus, ntar ilang lho manisnya” kataku cengengesen. “Tu kan… mulai lagi” ketusnya sambil bersiap untuk mencubit pinggangku lagi. Kutangkap tangan lembut itu, kugenggam mesra sambil menanya “Trus kita mau ke mana cah ayu?” Ditundukkannya mukanya “Terserah mas aja lah. paling utamanya aku males pulang ke kostan”. “Ya oke deh, kita nikmatin malam ini berdua aja ya” jawabku. “He eh” sambutnya sambil melendot manja, ah basic wanita dirayu sedikit, keluar deh manjanya. Kulaju motorku ke arah selatan Yogya. Namanya rejeki gak lari ke mana, sorak hatiku. Sampailah kita di wilayah pantai Parang Tritis, angin laut selatan memapak kita disertai dinginnya musim kemarau bulan Agustus. Kulepas jaketku dan kukenakan kepwujudnya yang cuma berkaus ketat berlengan pendek. Kuparkir motor di atas pasir pesisir pantai, kurengkuh bahunya untuk duduk di pasir, dia diam saja, melihat mata jauh menatap kelamnya lautan. “mengapa, kok ngelamun” tanyaku. “Tauk nih, kita kan baru beberapa jam lalu kenalan, kok udah akrab ya” jawabnya. “Emang mengapa? nggak boleh? Aku suka dari melihat mata pertama tuh” kataku ngawur. “iiiiih, ngawur lagi deh” sergahnya sambil mulai mencubitku lagi. Sebelum tangan itu sampai, aku bangkit berlari menghindar, terjadilah kejar-kejaran diantara kami, sampai suatu waktu kakiku tersandung lobang dan jatuh. gara-gara jarak kami tidak terlalu jauh, dia pun ikut terjatuh, sebelum sempat kusadari, reflek tanganku meraih tubuhnya, berpelukanlah kami berdua. Dia terdiam, akupun menahan nafas, perlahan kusorongkan mukaku mendekati mukanya, kucium lembut bibirnya, ia pun membalas sambil memejamkan matanya, kami berdua terhanyut, melayang tinggi latar belakang deburan ombak pantai selatan. Malampun semakin larut, kami mengambil ketetapan untuk menginap di salah satu losmen yang berada i sekitar pantai. “Kok kamu mau menginap cowok yang baru kamu kenal sih” bisikku ketelinganya. “Habis mas baik sih, mau nemenin ika yang lagi sebel” katanya manja. Kuraih mukanya, kepagut bibir mungil ika, kami berdua berciuman mesra. Tangan kananku memeluk pinggang, tangan kiriku bergerilya masuk didalam kaus ika. Cumbuan kualihkan ke leher jenjang ika, dia mendesis dipeluknya tubuhku. “Sss…mass… enaaakk” erang ika. Tangan kiriku berusaha, masuk melalui bra yang agak ketat, sedang tangan kananku berusaha, membongkar kaitan bra di punggung ika. “Mas Ann… ton… ika lee.. messs nih… sambil tiduran yuk… Kesepian Kita

Cerita Dewasa Selanjutnya Nah itu merupakan sebagian Gadis KampunganPembantuku Cerita Dewasa yang kami bagikan khusus untuk Anda penggila bokep sejati, tunggu Cerita Dewasa menarik di Sini theproximo.com. Terima kasih atas kunjungannya di website ini theproximo.com.

Ngentot Kesayanganku Cerita Dewasa

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *