0

Ngentot Karena Uang Cerita Dewasa

Ngentot Karena Uang Cerita Dewasa

merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, CCerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi.

Ngentot Karena Uang Cerita Dewasa

theproximo.com adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

Ngentot Karena Uang Cerita Dewasa Cerita Dewasa – ini ialah kisah atau cerita seks seorang gigolo tante girang, cerita dewasa gigolo yang ngentot tante girang demi uang dan kepuasaan birahinya. Setali tiga uang, tante yang memperoleh service seksnya pun menikmati layanan seks dari sang gigolo. Selengkapnya, simak kisahnya berikut ini!
Sebelum memulai ceritaku, aku akan memberikan sedikit gambaran mengenai diriku. Namaku ialah ivan, bekerja sebagai tenaga kerja swasta asing di kawasan Sudirman, Jakarta. Aku ialah seorang pria berusia 29 tahun, aku keturunan chinese, mukaku lumayan ganteng, kulitku putih bersih. Tinggiku 165 cm dan berat badanku 70 kg, sedikit kumis menghiasi bibirku.
Kejadian ini ialah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi kurang lebih 4 tahun yang lalu. Terus terang, aku amat menyukai wanita yang berusia 30-40 tahun, kulit mulus. Bagiku wanita ini amat menarik, apalagi jika ‘jam terbangnya’ sudah tinggi, sehingga pandai dalam bercinta. Namun sebagai pegawai swasta yang bekerja, aku memiliki keterbatasan waktu, tidak mudah bagiku untuk mencari wanita tersebut. Hal ini yang menyorong aku untuk mengiklankan diriku pada sesuatu surat kabar berbhs inggris, untuk mempromosikan jasa ‘full body massage’. Uang bagiku tidak masalah, gara-gara aku mempunyai asal dari Famili menengah dan gajiku cukup, namun kepuasan yang ku dapat jauh dari itu. Sehingga aku tidak memasang tarif untuk jasaku itu, diberi berserta apa pun kuterima.
Sepanjang hari itu, sejak iklanku terbit banyak respon yang kudapat, sebagian dari mereka cuma iseng belaka, atau cuma ingin bercakap-cakap. Di sore hari, kurang lebih pukul 18.00 seorang wanita menelponku.
“Hallo ivan?” nada/suara merdu terdengar dari sana.
“Ya saya sendiri” jawabku.
Dan seterusnya dia mulai menanyakan ciri-ciriku. Selanjutnya, “Eh ngomong-ngomong, berapa sich panjangnya kamu punya?” katanya.
“Yah normal sajalah sekitar 18 cm diameters 6 cm.” jawabku.
“Wah lumayan juga yach, lalu apakah jasa kamu ini terhitung semuanya,” lanjutnya.
“Apa saja yang kamu butuhkan, kamu pasti puas dech..” jawabku. Dan yang agak membuat kejutan ialah bahwa dia meminta kesediaanku untuk membuatnya ditonton suaminya. Namun kurasa, wah ini cerita baru buatku.
Akhirnya dia memintaku untuk langsung datang di sesuatu hotel “R” berbintang lima di kawasan Sudirman, tidak jauh dari kantorku. Aku melakukan dugaan bahwa pasangan ini bukanlah sembarang orang, yang mampu membayar tarif hotel semahal itu. Dan benar dugaanku, sesuatu president suite room saat ini sudah ada di hadapanku. langsung kubunyikan bel di depan kamarnya. Dan seorang pria, mengenakan kimono, berusia tak lebih dari 40 tahun membongkarkan pintu untukku.
“ivan?” katanya.
“Ya saya ivan,” jawabku. Lalu ia mencermatiku dari atas hingga bawah sebelum ia mempersilakan aku masuk didalam. Pasti dia tidak ingin sembarang orang menyentuh istrinya, pikirku.
“OK, masuklah” katanya. Kamar itu begitu luas dan gelap sekali. Aku memandang sekeliling, sesuatu TV sebesar ukuran 52″ sedang memperlihatkan blue film.
Lalu aku memandang ke arah tempat tidur. Seorang wanita yang kutaksir umurnya tak lebih dari 30 tahun berbaring di atas tempat tidur, badannya dimasukkan didalam bed cover tersenyum padaku sambil mengulurkan tangannya untuk menyalamiku. “Kamu pasti ivan khan? Kenalkan saya Donna” katanya lembut.
Aku terpana melihatnya, rambutnya sebahu mempunyai warna pirang, kulitnya mulus sekali, mukanya cantik, paling utamanya perfect! Aku masih terpana dan menahan liurku, ketika dia berkata “Lho kok bingung sich”.
“Akh enggak..” kataku sambil membalas salamnya.
“Kamu mandi dulu dech biar fresh, tuch di kamar mandi,” katanya.
“Oke tunggu yach sebentar,” jawabku sambil berjalan ke kamar mandi. tatkala, suaminya cuma menyaksikan dari sofa dikegelapan. Cepat-cepat kubersihkan badanku biar wangi. Dan langsung sesudah itu kukenakan celana pendek dan kaos.
Aku berjalan keluar, “Yuk kita mulai,” katanya.
sedikit gugup aku menghampiri tempat tidurnya. Dan bodohnya aku menanya, “Boleh aku lepaskan pakaianku?”, dia Mempunyai Tugas kecil dan memberikan jawaban, “terserah kau saja..”.
langsung kulepaskan pakaianku, dia terbelalak melihatku dalam situasi polos, “Ahk.. ehm..” dan langsung mengajakku masuk didalam bed cover juga. “Kamu cantik sekali Donna” kataku lirih.
Aku tak habis pikir ada wanita secantik ini yang pernah kulihat dan suaminya memperbolehkan orang lain menjamahnya, ah.. betapa bernasib baiknya aku ini. “Ah kamu bisa saja,” kata Donna.
langsung aku masuk didalam bed cover, kuteliti tubuhnya satu persatu. ke-2 bulatan buah dadanya yang cukup besar dan mempunyai warna putih terlihat menggantung indahnya, diantara keremangan aku masih dapat melihat amat jelas betapa indah ke-2 bongkah susunya yang kelihatan begitu amat montok dan kencang. Samar kulihat ke-2 puting mungilnya yang mempunyai warna merah agak coklak. “Yaa aammpuunn..” bisikku lirih tanpa sadar, “ia betul-betul sempurna” kataku dalam hati.
“Van..” bisik Tante Donna di telingaku.
Aku menoleh dan terjengah. Ya Ampuun, muka cantiknya itu begitu dekat sekali mukaku. Hembusan nafasnya yang hangat sampai begitu terasa menerpa daguku. Kunikmati seluruh keindahan bidadari di depanku ini, mulai dari mukanya yang cantik luar biasa, lekak-lekuk tubuhnya yang begitu seksi dan montok, bayangan bundar ke2 buah buah dadanya yang besar dan kencang ke-2 putingnya yang lancip, perutnya yang ramping dan pantatnya yang bulat padat bak gadis remaja, pacuma yang seksi dan aah.., kubayangkan betapa indah bukit alat vitalnya yang kelihatan begitu menonjol dari balik bed cover. Hmm.., betapa nikmatnya nanti waktu batang kejantananku memasuki liang alat vitalnya yang sempit dan hangat, akan kutumpahkan sebanyak mungkin air maniku didalam liang alat vitalnya sebagai bukti kejantananku.
“Van.. mulailah sayang..” bisik Tante Donna, membuyarkan fantasi seks-ku pwujudnya. Sorotan ke-2 matanya yang sedikit sipit kelihatan begitu sejuk dalam melihat mataku, hidungnya yang putih membangir mendengus pelan, dan bibirnya yang ranum mempunyai warna merah terlihat basah setengah terbuka, duh cantiknya. Kukecup lembut bibir Tante Donna yang setengah terbuka. Begitu terasa hangat dan lunak. Kupejamkan ke-2 mataku menikmati kelembutan bibir hangatnya, terasa manis.
Selama kurang lebih 10 detik aku mengulum bibirnya, meresapi segala kehangatan dan kelembutannya. Kuraih tubuh Tante Donna yang masih berada di hadapanku dan kubawa kembali didalam pelukanku.
“Apa yang bisa kau lakukan untukku Van..” bisiknya lirih setengah kelihatan malu.
ke-2 tanganku yang memeluk pinggangnya erat, terasa sedikit gemetar memendam sejuta rasa. Dan tanpa terasa jemari ke-2 tanganku telah berada di atas pantatnya yang bulat. Mekal dan padat. Lalu perlahan kuusap mesra sambil kuberbisik, “Tante pasti tahu apa yang akan ivan lakukan.. ivan akan puaskan Tante sayang..” bisikku pelan. Jiwaku telah terlanda nafsu.
Kuelus-elus seluruh tubuhnya, akhh.. mulus sekali, sedikit gemas kuremas gemas ke-2 belah pantatnya yang terasa kenyal padat dari balik bed cover. “Oouuhh..” Tante Donna mengeluh lirih.
Bagaimanapun juga anehnya aku waktu itu masih bisa menahan diri untuk tidak bersikap over atau kasar kepadanya, walau nafsu seks-ku waktu itu terasa sudah diubun-ubun namun aku ingin sekali memberikan kelembutan dan kemesraan kepwujudnya. Lalu gemas aku kembali melumat bibirnya. Kusedot dan kukulum bibir hangatnya bergantian mesra atas dan bawah. Kecapan-kecapan kecil terdengar begitu indah, seindah cumbuanku pada bibir Tante Donna. ke-2 jemari tanganku masih mengusap-usap sembari sesekali meremas pelan ke-2 belah pantatnya yang bulat pada dan kenyal. Bibirnya yang terasa hangat dan lunak berulang kali memagut bibirku Dibagian bawah dan aku membalasnya memagut bibirnya yang Dibagian atas. ooh.., terasa begitu nikmatnya. Dengusan pelan nafasnya beradu dengusan nafasku dan berulang kali pula hidungnya yang kecil membangir beradu mesra hidungku. Kurasakan ke-2 lengan Tante Donna telah melingkari leherku dan jemari tangannya kurasakan mengusap mesra rambut kepalaku.
Batang kejantananku terasa semakin besar apalagi gara-gara posisi tubuh kami yang saling berpelukan erat bikin batang kejantananku yang menonjol dari balik celanaku itu terjepit dan menempel keras di perut Tante Donna yang empuk, sebentar kemudian kulepaskan pagutan bibirku pada bibir Tante Donna. Cerita Gigolo Ngentot Tante Girang

Nah itu merupakan sebagian Cerita Kampungan Pembantuku Cerita Dewasa yang kami bagikan khusus untuk Anda penggila bokep sejati, tunggu Cerita Dewasa menarik di Sini theproximo.com. Terima kasih atas kunjungannya di website ini theproximo.com.

Ngentot Karena Uang Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

  • cersex demi uang
  • Cerita dewasa ngentot karna uang
  • cerita dewasa sedarah uang
  • Cersex servis gigolo ku

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *