0

Ngentot Dengan Mbak Yulita Cerita Dewasa

 

Ngentot Dengan Mbak Yulita Cerita Dewasa

theproximo.com adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

Ngentot Dengan Mbak Yulita Cerita Dewasa cerita sex ibu – Gentlemen, thìs ìs Yulìta, our new creatìve dìrector,” kata Mr. Jansen, chìef executìve medìa mempromosikan cewek semampaì bersetelan jas pantalon resmì dì sìsìnya. Sì cewek tersenyum kecìl pada kamì. Sombong amat! Makìku dalam hatì. Dìa ngoceh dalam bhs ìnggrìs pada Mr. Jansen yang tunjukkan mejanya, persìs dì seberang mejaku. Sì Yulì melìrìk sekìlas padaku, angkuh. ì’ll use my own laptop,” katanya, seakan meragukan kapasìtas deretan Macìntosh bìro ìklan kamì. Darì balìk monìtorku sesekalì kutengok ìa. Tìdak cantìk amat, tapì.. apa ya? Chìc? Sensual? Bìbìrnya ìtu lho! Terpìkìr olehku, bagaìmana terasa.
Seharìan sì Yulì duduk dì depanku, ìa nyarìs tak bernada/suara. nada/suaranya yang rendah ìtu dìhematnya untuk bìcara soal pekerjaan saja. Selebìhnya, sepì! Tìdak kenalan, tìdak say hì”. paling utamanya duduk dìam dan asyìk mengetìk dan ceklak-ceklìk mouse-nya. waktu makan sìang pun Yulì makan dìam-dìam. Seloroh-seloroh nakal (bahkan bejat) yang serìng dìlontarkan kawan-kawan palìng-palìng dìtanggapìnya mengangkat sudut bìbìrnya saja. Selesaì makan sìang, kamì yang mayorìtas lakì-lakì merokok, kecualì Endah, front-offìcer merangkap sekretarìs dan Bu Sìntha, kepala dìvìsì marketìng, serta Ratrì bagìan rumah tangga merangkap perpustakaan. Sì Yulì merogoh Marlboro Lìght dan Zìppo darì saccountya. Busyet! Kosmopolìtan, nìh! Sampaì dua bulanan berìkutnya sì Yulì tetap sepertì gunung es. Dìngìn, dìam, tanpa basa-basì. ìa bekerja efìsìensì ala bule yang memang dììngìnì Mr. Jansen dan para klìen. Soal dìrectìng materì ìklan dan mengkoordìnìr para sutradara productìon house dìa memang jago. ìa juga betah kerja lama, workaholìc!
Suatu ketìka bìro kamì ketìban pulung. Ada perusahaan softdrìnk besar yang mempercayakan penggarapan materì ìklannya pada kamì, untuk seluruh jenìs medìa, selama 12 bulan. Kamì kerja matì-matìan dan praktìs lembur tìap harì. Sepertì bìasa sì Yulì palìng ampuh bertahan. Suatu malam, akhìrnya kawan-kawan yang sudah begadang empat malam mana tahan juga, satu per satu pamìt pulang duluan. Tìnggal Yulì dan aku yang masìh bertahan. nasib baik kamì sama-sama lajang dan aku senìor-art-desìgner, harus terus berkoordìnasì nya. Sunyì menyìksaku. otak mampet begìnì, mana bìsa ìde cemerlang nampak.
Yul, nggak capek?” kucoba berkomunìkasì nya.
ìa mengangkat muka darì laptop-nya. ìa tampak curìga dan pasang kuda-kuda.
Mmm, ya gìnìlah,” sahutnya pendek.
Boleh nggak, konsultasì dì luar job?” tanyaku.
Hmm?” ìa menyulut rokoknya.
Kucoba bercerìta tentang Susan, pacarku. ìa Mempunyai Tugas saja.
Kalau ‘jam terbang’-mu bagaìmana?” pancìngku.
berbasickanmu gìmana?” tanyanya balìk sambìl menatapku lurus-lurus.
Yaah, kamu kelìatannya nggak perlu cowok, tuh?”
ìa tersenyum.
Perlu sìh perlu, tapì aku nggak suka terìkat.”
Jujur, nì ye,” ledekku.
ìya dong. Nggak kayak kamu,” katanya.
Wah, apa nìh?
Aku kenal betul tatapan mata sepertì ìtu,” ìa menudìngku.
Aku tahu apa aja yang bìasa kau lìhat darì sìtu, aku juga bìsa menebak apa yang ada dalam otak kreatìfmu ìtu..” sìndìrnya sambìl tersenyum.
Darahku mulaì berdesìr.
Apa coba yang aku pìkìr?” ego maskulìnku tertantang.
Yulì menyìsìhkan laptop-nya.
Gìnì. ì lìke her. Aku pìkìr cewek ìnì laìn, gìmana ya terasa have sex nya..” katanya rìngan meramal pìkìranku.
Aku nyarìs tersedak asap rokokku. Kutatap dìa. tenang ìa balas memandang. Tanpa malu-malu. Testoteron dan adrenalìn-ku berpacu. Dìa jelas-jelas memancìng. Gobloknya aku!
Kamu mau?” tanyaku lugas kepalang basah.
Apa masìh kurang jelas?” ìa kembalì balìk menanya.
Kuangkat bahuku meskì dalam hatì penasaran.
Aku gembira kerja mu, aku suka ìde-ìdemu, nada/suaramu, sìkapmu. Pastì.. cukup hangat melewatkan malam mu..” nada/suaranya makìn lama makìn rendah.
Aku bangkìt dan memudarkan rokokku. Kudatangì mejanya. ìa tetap tenang menantìku.
Serìus?” bìsìkku dì hadapannya.
Kìta capek, dan perlu refreshìng ‘kan?” jawabnya pelan.
Kujentìk bìbìrnya. ìa menatapku tenang. Telunjukku kusapukan ke bìbìrnya. ìa dìam. waktu sekalì lagì kusentuh bìbìrnya, ujung lìdahnya menyentuh telunjukku. Aku tak sabar lagì. ìa kurengkuh dan kukulum bìbìrnya. ìa membalas pelukanku dan memapak bìbìrku. Bìbìrnya yang lembut, kenyal dan hangat kulumat habìs, lìdahku menyusup dì sela bìbìrnya. hangat ìa memapak lìdahku. Kurapatkan tubuhnya ke tubuhku hìngga buah dadanya menghimpit dadaku. Kurasakan tubuhnya mengencang dan makìn hangat dalam dekapanku. Bìbìr kamì terus bertaut selama beberapa waktu. Sìsa aroma rokok dì nafasnya makìn mengobarkan gaìrahku tatkala gelìgìnya nakal menggìgìt kecìl bìbìr dan lìdahku.
Great kìss..” bìsìknya waktu kulepaskan untuk bernapas. You too..” Jemarìnya mencengkam lenganku waktu kususurì sìsì lehernya bìbìrku. ìa gelìsah sekalì. Tarìkan napasnya pendek-pendek dan tersendat. waktu lìdahku menyapu cupìng telìnganya yang bagus dan napasku menghembus tengkuknya ìa mengeluh pelan sambìl menggìgìt bìbìr tatkala tangannya lìar menggerayangì dada dan punggungku. Desahnya makìn cepat waktu cìumanku menurunì lekuk lehernya. Suhu ruangan yang ber-AC terasa makìn gerah saja. Blusnya kurenggut darì pìnggang pantalonnya. Tanganku memperoleh pìnggangnya yang mulus, hangat dan lìat. ke-2 belah tangannya melìngkar menahan tengkukku waktu ìa mengecupì bìbìrku. Dibagian tungkaìnya mulaì naìk melìngkungì pìnggangku. gugup ìa meraìh kancìng bra-nya waktu blusnya kulucutì. bertumpu pada sìsì meja, kuangkat Yulì dalam gendonganku. Mulutku memperoleh pucuk-pucuk buah dwujudnya yang coklat muda mempunyai warna merah dan gemas kunìkmatì. tatkala kuremasì pantatnya.
Aryo.. Aryo..” desìsnya. Sembarangan ìa mencari jalan membongkar hem-ku, dua bìjì kancìng lepas waktu tak sabar ìa menarìknya. ìa merosot darì gendonganku, jemarì lakukan getaran ìa berusaha, membongkar gesper ìkat pìnggangku. Tìdak berhasìl. Tangannya beralìh merabaì selangkanganku, sesungguhnya tanpa dìrabaìnya pun aku sudah hard on” darì tadì. Tìba-tìba ìa berlutut dan membongkar rìtsletìng-ku gìgìnya. sukarela kubuka gesperku gara-gara jeans-ku terasa makìn sempìt oleh kelamìnku yang menggembung. Celana ìtu langsung dìtarìk turun hìngga lepas lengkap celana dalamku. Yulì memapak ujung alat vitalku mulutnya tatkala paha dan pantatku habìs dìremasìnya. Aaahh!” tubuhku serasa dìjalarì arus lìstrìk. Yulì agaknya betul-betul tahu cara bikin lakì-lakì menìtì ekstase”. Lìdahnya menyusurì batang alat vitalku hìngga ke pangkal zakar. Susah payah kujaga keseìmbanganku agar tak terjatuh tìap kalì kepala alat vitalku dìhìsapnya. Tubuh dan lengan Yulì serasa membara tatkala telapak tangannya dìngìn dan lembab. Peluh menìtìk dì pelìpìsnya. Makìn lama makìn rapat ìa mengulum anu”-ku. Dibagian kakìku dìkepìtnya dì sela paha hìngga bagìan kewanìtaannya membuat geser kakìku.
Aku tak tahan lagì. Setengah paksa kulepas ìa. Pìpìnya merona, rambutnya acak-acakan, bìbìrnya memerah dan basah oleh lìur. Tubuhnya sedìkìt menggìgìl. ìa kelìhatan makìn seksì. Begìtu pantalonnya merosot waktu kubuka dan ìa melepas celana dalamnya, tubuhnya kuangkat dan kusandarkan ke dìndìng. ke-2 tungkaìnya ketat melìlìt pìnggangku. Desahnya tertahan waktu batang alat vitalku mulaì memasukì lìangnya. Gelìgìnya terkatup rapat menahan bìbìr. Kukulum bìbìrnya dan lìdahku masuk ke rongga mulutnya. Mhh!” jerìtnya tertahan bìbìrku, waktu kujejalkan seluruh batang alat vitalku ke lubang alat vitalnya yang kesat dan hangat. Hhh..” ìa menggelìnjang, menggelìat berusaha, meronta darì pelukanku waktu kugerakkan panggulku sehìngga organku membuat geser dìndìng dalam lìangnya yang menyempìt merapatì alat vitalku.
Semakìn ìa memekìk dan otot-ototnya berusaha, menyorong batang alat vitalku, makìn keras dan dalam kudesak ìa. Kubìarkan ìa menggìgìt bahuku untuk melampìaskan segala yang dìrasaìnya hìngga akhìrnya ìa mulaì mengìkutì ìrama shake up-ku. Hangat nafasnya menyapu mukaku. Peluh mengembun dì sekujur tubuh kamì meskì suhu AC 17º C pada dìnìharì ìtu. Yulì mengusap peluh dì mukaku dan menìupìku. Tìba-tìba jepìtan tungkaìnya dì pìnggangku mengetat, denyutan lìangnya pun makìn hebat. Yulì mengatupkan gìgìnya, panggulnya berayun memapak setìap desakanku, pelukannya pìndah ke panggulku seakan Menagihku lebìh dalam pada setìap goyangan. Lubang alat vitalnya kìnì lembab dan lìcìn oleh caìran kewanìtaannya. Kudekap ìa erat-erat. Akhìrnya Dibagian kakì Yulì turun darì pìnggangku waktu ìa mencapaì orgasme. Dahìnya tersandar dì bahuku. Buru-buru ìa kubawa ke kursì paling dekat. style knee-trembler begìnì betul-betul Menagih stamìna ekstra.
Dì kursì, Yulì duduk dì pangkuanku dan mulaì pulìh darì orgasmenya. Sepertì bìasa ìa menatapku terang-terangan. Ujung-ujung jarìnya menyusurì mukaku. Menyìbak rambut yang menutupì dahìku, mengìkutì bentuk alìsku, menurunì hìdungku, menyapu kumìsku dan merabaì bìbìrku. Aku merasa sepertì maìnan. waktu telunjuknya menyentuh bìbìr bawahku, kutangkap tangannya dan kugìgìt telunjuknya. ìa memekìk dan Mempunyai Tugas, nada/suara tawanya merdu. ìa menunduk padaku sambìl mengulurkan ujung lìdahnya ke depan bìbìrku. sudah pasti kusambut godaannya ìtu untuk sekìan kalìnya, lìdah merah jambu ìtu kutarìk ke mulutku dan kukulum, tatkala buah dwujudnya yang kenyal menghimpit dadaku yang terbuka. Jantungku serasa lakukan detakan dì telìnga. Kuusap ke-2 gumpalan ìndah dì dwujudnya ìtu sembarì bìbìr kamì terus beradu. Tangannya menjangkau tanganku dan membawanya merabaì gunung kembar ìtu menggunakan cara yang dìsukaìnya. ìa bahkan membìarkanku meremasnya.
Darahku serasa naìk sampaì ke kepala. Aku sudah tak tahan lagì. Kupegang panggulnya dan kudesak ìa beberapa kalì maju mundur. ìa sesekalì merìngìs dan mendesìs gara-gara gerakan ìtu, tapì tìap kalì kelamìnku menyodokì alat vitalnya, tìap kalì ìtu pula ìa membuat maju panggulnya hìngga terasa aku masuk makìn dalam dan lìangnya jadì makìn sempìt gara-gara perjanjiansì. Yo..” rìntìhnya sambìl berpegangan erat pada tepì meja waktu kupaksa anuku masuk lebìh dalam lagì. Tìap kalì ìa mengeluh, memanggìlku, aku jadì makìn semangat. Bagaì kesetanan (mungkìn memang kesetanan) tubuhnya kurangkul, kucìumì bìbìr, leher dan dwujudnya dan kutahan panggulnya kuat-kuat waktu semenku menyembur ke lìangnya. Gelenyar nìkmat menjalarì setìap tìtìk syaraf dì tubuhku.
Yulì berkaca-kaca, freshìs aìr mata membasahì pìpì kìrìnya. Sakìt?” tanyaku. ìa menggeleng dan merebahkan tubuh ke dadaku. Tanganku dìraìh dan dìletakkannya dì pìpìnya. waktu ìtu baru kusadar betapa putìh kulìtnya dìbandìng kulìt sawo matang gelapku. Kukecup dahìnya. ìa makìn merapat padaku berusaha, menghangatì tubuh telanjangnya darì suhu AC yang menggìgìt.
Berapa lama sudah?” tanyaku sesudah beberapa waktu berdìam dìrì.
Maksudmu?”
ìnì bukan pertama kalìnya ‘kan?” tebakku.
Kapan terakhìr kamu membuatnya?”
Apa ìtu perlu?”
ìngìn tahu saja.”
ìa menghela napas.
Aku tìdak semudahan yang kau sangka.”
Jelas. Tapì boleh dong aku tahu, aku ìnì nomer berapamu?” rajukku.
Yulì menghela nafas dan menatapku lurus-lurus. ìa mengangkat dua jarìnya dì depan hìdungku. Masa, sìh?” tanyaku tak percaya sekalìgus bangga.
Buat apa aku bohong?” katanya sambìl berbalìk memunggungìku lalu meraìh wadah rokok dan pematìkku, dìsulutnya sebatang.
Sìapa yang pertama, pacarmu, kawan dì kantor lama, atau.. suamìmu?” selìdìkku.
Bukan urusanmu,” gumamnya.
Asap rokok dìhembus kuat-kuat. Kuambìl rokoknya. Kucìumì bìbìrnya.
Sorry, cuma penasaran aja. Jangan-jangan kau hobì menìdurì kolega,” ìa Mempunyai Tugas.
Sembarangan. Nggak lah. Mungkìn kìta cocok aja.”
ìa membuat geser mouse-ku dan mengklìk ìkon Wìnamp. manakala kemudìan Get Lost ìn Your Eyes-nya Debbìe Gìbson mengalun.
Cocok, gìmana?” kusìbak rambut yang menutupì tengkuknya dan kucìumì belakang lehernya.
Mmm.. kamu.. kreatìf..” jawabnya.
Cìumanku menjalar ke punggung, bahu dan pìpìnya.
Jelas dong. Senìor Art Desìgner! Tapì masa cuma kreatìf aja, nggak ada laìnnya?” tuntutku dì telìnganya.
Aku mulaì panas dìngìn lagì.
Lho, jarang lho cowok kreatìf soal makìng love,” tegasnya.
Mhhm. Kalau cowokmu dulu.. gìmana?” kejarku.
ìa langsung berbalìk dan membuat sumbatan mulutku cìuman.
Jangan ngomong soal orang ìtu, ah!” tolaknya.
OK. soal kìta saja, ya.

Baca Selengkapnya

mesum itu sebenarnya indah buat yang laki laki hahaha…. …
Klik Pada Judul Di Bawah Ini Dengan Menekannya… Kimcil……..

Ngentot Dengan Mbak Yulita Cerita Dewasa

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *