0

Ngentot 20 Tahun Cerita Dewasa

Ngentot 20 Tahun Cerita Dewasa

merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, CCerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi.

Ngentot 20 Tahun Cerita Dewasa

theproximo.com adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

Ngentot 20 Tahun Cerita Dewasa Cerita Dewasa – Namaku Alan, umurku 20 tahun tinggi badan 185 cm dan berat badan 82 kg. Aku kini bekerja sebagai tukang tagih di salah satu instansi di GTLO. Aku lebih menyukai wanita setengah baya berbulu. Aku amat suka membaca cerita di mustofaxxxzone.situs atau blogspot.com spesialnya di bagian “janda”. Aku ingin menceritakan kisah nyata tanteku sendiri, Tante Lia. Cerita yang dituangkan di sini ialah kisah nyata dan bagi yang nasib baik merasa sama nama atau kisahnya mohon dimaafkan itu cumalah nasib baik. ***** Kejadian ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu, waktu itu aku masih berusia 16 tahun. Aku mempunyai seorang tante mempunyai nama Lia yang umurnya waktu itu 36 tahun. Tante Lia ialah adik dari Mamaku. Tante Lia sudah menjadi janda selama lima tahun. Dari perkawinan dia almarhum suaminya tidak di karunia anak. Tante Lia sendiri melanjutkan usaha peninggalan dari almarhum suaminya. Dia tinggal di salah satu perumahan yang tidak jauh dari rumahku. Dia tinggal seorang pembantunya, Mbak Sumi. Tante Lia ini orangnya berbasickanku seksi sekali. buah dadanya besar bulat ukuran 36C, namun tingginya sekitar 175 cm kaki langsing seperti peragawati dan perutnya rata soalnya dia belum punya anak. Hal ini bikinku sering ke rumahnya dan betah berlama-lama kalau sedang ada waktu. Dan sehari-harinya aku cuma mebercakap-cakap tante Lia yang seksi ini dan dia itu orangnya supel benar tidak kikuk cerita-cerita ku. Dari cerita tante Lia bisa aku tebak bahwa dia itu orangnya kesepian sekali semenjak suaminya meninggal. Maka aku berwujudya menemaninya dan sekalian ingin melihat tubuhnya yang seksi. Setiap kali aku melihat tubuhnya yang seksi, aku senantiasa terangsang dan aku lampiaskan onani sambil memikirkan tubuhnya. kadang-kadangkala timbul pikiran kotorku ingin bersetubuh nya tapi aku tidak berani berbuat macam-macam kepada dia, aku takut nanti dia akan marah dan melakukan laporan ke orang tuaku. Hari demi hari keinginanku untuk bisa memperoleh tante Lia semakin kuat saja. kadang-kadang-kadang-kadang kupergoki tante Lia waktu nabis mAlan, dia cuma memakai lilitan handuk saja. Melihatnya jantungku deg-degan terasa, ingin langsung membongkar handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. kadang-kadang-kadang-kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. betul-betul memancing gairahku. Sampai pada hari itu tepatnya malam minggu, aku sedang malas keluar kawan-kawan dan aku pun pergi ke rumah Tante Lia. Sesampai di rumahnya, tante Lia baru akan bersiap makan dan sedang duduk di ruang tamu sambil membaca majalah. Kami pun saling bercerita, tiba-tiba hujan turun deras sekali dan Tante Lia memintaku menginap saja di rumahnya malam ini dan memintaku memberitahu orang tuaku bahwa aku akan menginap di rumahnya berhubung hujan deras sekali. “Lan, tante mau tidur dulu ya, udah ngantuk, kamu udah ngantuk belum?”, katanya sambil menguap. “Belum tante”, jawabku. “Oh ya tante, Alan boleh pakai computernya nggak, mau cek email bentar”, tanyaku. “Boleh, pakai aja” jawabnya lalu dia menuju ke kamarnya. Lalu aku memakai computer di ruang kerjanya dan terhubung situs porno. Dan terus terang tanpa sadar kukeluarkan alat vitalku yang sudah tegang sambil melihat gambar wanita setengah baya bugil. Kemudian kuelus-elus batang alat vitalku sampai tegang sekali sebesar ukuran sekitar 15 cm gara-gara aku sudah terangsang sekali. Tanpa kusadari, tahu-tahu tante Lia masuk menyelonong begitu saja tanpa mengetuk pintu. Saking kagetnya aku tidak sempat lagi menutup batang alat vitalku yang sedang tegang itu. Tante Lia sempat terbelalak melihat batang alat vitalku yang sedang tegang hingga langsung saja dia menanya sambil tersenyum manis. “Hayyoo lagi ngapain kamu, Lan?” tanyanya. “Aah, nggak apa-apa tante lagi cek email” jawabku sekenanya. Tapi tante Lia sepertinya sadar kalau aku waktu itu sedang mengelus-elus batang alat vitalku. “Ada apa sih tante?” tanyaku. “Aah nggak, tante cuma pengen ajak kamu temenin tante nonton di kamar” jawabnya. “Oh ya sudah, nanti saya nyusul ya tante” jawabku. “Tapi jangan lama-lama yah” kata Tante Lia lagi. sesudah itu aku berwujudya meredakan ketegangan batang alat vitalku, lalu aku berpindah tempat menuju ke kamar tante dan menemani tante Lia nonton film horor yang nasib baik juga banyak mengumbar adegan-adegan syur. Melihat film itu langsung saja aku menjadi salah tingkah, soalnya batang alat vitalku langsung saja bangkit lagi. justru Tante Lia sudah memakai baju tidur yang tipis dan gilanya dia tidak memakai bra gara-gara aku bisa melihat puting susunya yang agak mancung ke depan. Gairahku memuncak melihat panorama seperti itu, tapi apa boleh buat aku tidak berani berbuat macam-macam. Batang alat vitalku semakin tegang saja sehingga aku terpaksa bergerak-gerak sedikit guna membetulkan posisinya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu tante Lia rupanya langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku. “Lagi ngapain sih kamu, Lan?” tanyanya sambil tersenyum. “Ah nggak apa-apa kok, tante” jawabku malu. tatkala itu tante Lia mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat di atas ranjang. “Kamu terangsang yah, Lan, lihat film ini?” “Ah nggak tante, biasa aja” jawabku mencari jalan mengendalikan diri. Bisa kulihat buah dadanya yang besar mengajukan tantangan di sisiku, ingin terasa kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Lia pun rupanya sudah agak terangsang sehingga dia mencari jalan mengambil terjangan gempuran terlebih dahulu. “berbasickan kamu tante seksi nggak, Lan?” tanyanya. “Wah seksi sekali tante” kataku. “Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar. “Wah seksi tante dong, abis bodynya tante bagus sih” kataku. “Ah masa sih?” tanyanya. “iya benar tante, swear..” kataku. Jarak kami semakin merapat gara-gara tante Lia terus mendekatkan tubuhnya padaku, lalu dia menanya lagi padaku.. “Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama tante”. “Mmaauu tante..” Ah, seperti ketiban durian runtuh, peluang ini tidak tentu aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencari jalan mendekatkan diri pada tante Lia. “Wahh barang kamu lumayan juga, Lan” katanya. “Ah tante bisa aja.. Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. Sampe saya gemes deh ngeliatnya..” kataku. “Ah nakal kamu yah, Lan” jawabnya sambil letakkan tangannya di atas alat vitalku. “Waahh jangan dipegangin terus tante, ntar bisa tambah gede loh” kataku. “Ah yang benar nih?” tanyanya. “iya tante.. Ehh.. Ehh aku boleh pegang itu nggak tante?” kataku sambil menunjuk ke arah buah dadanya yang besar itu. “Ah boleh aja kalo kamu mau” jawabnya. Wah peluang besar, tapi aku agak sedikit takut, takut dia marah tapi tangan si tante sekarang justru sudah mengelus-elus alat vitalku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya. “Ahh.. Arghh enak Lan.. Kamu nakal ya” kata tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kumelepaskan tanganku. “Loh kok dilepas sih Lan?” tanyanya. “Ah takut tante marah” kataku. “Oohh nggak lah, Lan.. Kemari deh”. Tanganku digenggam tante Lia, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya sehingga aku pun semakin berani meremas-remas buah dadanya. “Aarrhh.. Sshh” rintihnya hingga semakin bikinku penasaran. Lalu aku pun mencari jalan mencium tante Lia, sungguh di luar dugaanku, Tante Lia memapak ciumanku beringas. Kami pun lalu berciuman nafsu sekali sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu. “Ahh kamu memang hebat Lan.. Terusin Lan.. Malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama tante yah.. Arhh.. Arrhh”. “Tante, aku boleh buka baju tante nggak?” tanyaku. “Oohh silakan Lan”, sambutnya. cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar puting yang agak coklak sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. “Arrgghh.. Arrgghh..” lagi-lagi tante membuat erangan-erang keenakan. “Teruuss.. Teerruuss Lan.. Ahh enak sekali..” Lama aku menjilati putingnya sehingga tanpa kusadari batang alat vitalku juga sudah mulai melontarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya. Lalu sekilas kulihat tangan Tante Lia sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kulepaskan. “Aahh buka saja Lan..

Baca Selengkapnya

Nah itu merupakan sebagian Cerita Kampungan Pembantuku Cerita Dewasa yang kami bagikan khusus untuk Anda penggila bokep sejati, tunggu Cerita Dewasa menarik di Sini theproximo.com. Terima kasih atas kunjungannya di website ini theproximo.com.

Ngentot 20 Tahun Cerita Dewasa

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *