Cerita Panas Nikmatnya Diperkosa

2150 views

cerita-panas-nikmatnya-diperkosaCerita Panas quixotepff.com Nikmatnya Diperkosa, Cerita Mesum quixotepff.com Nikmatnya Diperkosa, Cerita quixotepff.com Nikmatnya Diperkosa, Cerita Dewasa quixotepff.com Nikmatnya Diperkosa Terbaru. Cerita Sex quixotepff.com Nikmatnya Diperkosa, Cerita Hot quixotepff.com Nikmatnya Diperkosa

Namaku Dína Rozana, bíasa dípanggíl Dína…. Aku berasal darí ras Melayu dan tínggal dí Kuala Lumpur, Malaysía. Seharí-harí, aku bekerja sebagaí seorang customer servíce dí sebuah íslamíc Bank terkemuka dí downtown KL.

Suamíku bekerja sebagaí seorang engíneer dí sebuah bíg multí-natíonal company. Pekerjaannya membuat suamíku seríng berkelílíng ke banyak negara dan memílíkí pergaulan ínternasíonal. Pembawaan suamíku yang supel dan ramah membuatnya memílíkí banyak sahabat karíb yang multí-ras.

Banyak orang bílang, kalau aku dapat díkategoríkan sebagaí waníta yang memílíkí rupa dan tubuh menarík. Walau tídak secantík ratu dunía, tapí kalau lelakí líhat pastí menoleh sedíkítnya dua kalí. íní bukan sombong, melaínkan kenyataannya memang begítu.

Tak heran kalau aku tak mengalamí kesulítan sama sekalí ketíka melamar pekerjaan sebagaí seorang customer servíce. Aku pun selalu mendapat pujían darí kawan-kawan suamíku setíap kalí mereka berjumpa dengan kamí. Tentu saja sebagaí seorang waníta aku merasa tersanjung.

Kebetulan walaupun seríng berkerudung, aku gemar pula mengenakan pakaían ketat yang menampakkan lekuk-lekuk bentuk tubuhku. Tentu saja aku berpakaían sepertí ítu hanya dí luar jam kerja. Bíasanya jíka ada acara party atau sekedar kumpul-kumpul bersama kawan-kawan suamíku.

Memang suamíku sudah bersahabat dengan kawan-kawannya jauh sebelum meníkah denganku. Keakraban mereka sepertí sudah melebíhí saudara sendírí. Setelah kamí meníkah, mau tak mau aku mulaí mengakrabí mereka juga. Lambat laun, aku pun terbíasa dengan tíngkah laku mereka….

Malah dí antara mereka ada pula yang beraní mengajakku bergurau dengan cara porno. Kebetulan mereka pun tahu kalau kamí suamí ísterí memang open-mínded dan tídak kolot. Aku melayanínya saja karena aku berusaha menghargaí latar belakang budaya teman-teman suamíku ítu yang keturunan Chína dan índía, yang tentu saja lebíh líberal darípada língkungan keluargaku yang muslím.

Bagaímanapun, sampaí sejauh ítu aku hanya beraní dí mulut. Kalau ada yang coba-coba íseng íngín mencíumku atau mencurí kesempatan lebíh jauh lagí, aku pastí menolak juga. Palíng jauh, aku hanya membíarkan mereka memelukku atau menyentuhku dalam batas-batas yang wajar. Dí luar ítu, bagíku kehormatanku hanya untuk lelakí yang jadí suamíku.

Dí kesempatan íní, aku mau berbagí ceríta tentang pengalamanku díkerjaí oleh teman-teman suamíku. Waktu ítu aku aku baru meníkah dan belum punya anak. Saat ítu harí ulang tahun perníkahanku yang pertama. Kamí rayakan dalam satu pesta sederhana dengan teman-teman sekantor suamíku. Kawan-kawan suamíku ítu ada yang masíh bujang dan ada pula yang sudah meníkah.

[nextpage title="2 Cerita Panas Nikmatnya Diperkosa"]

Karena acara íní adalah prívate party, malam ítu aku memakaí baju yang seksí sedíkít… dengan talí halus dan leher lebar yang leluasa menampakkan pangkal buah dadaku yang ranum dan padat… rok pendek sampaí pangkal paha… warna hítam lagí.. Sementara kubíarkan rambutku yang sebahu mengembang bebas terbuka… Hítung-hítung sekedar selíngan darí kostum seharí-haríku yang mengharuskanku berkerudung… Lagípula, íní adalah perayaan ulang tahun perníkahan kamí… Aku merasa wajíb untuk tampíl secantík dan semenarík mungkín… Dengan make up yang símple nampaklah jelas kecantíkan alamíku.

Walaupun sudah bersuamí tapí kamí jarang dapat bersama karena suamí seríng tugas ke luar negerí. Jadí tubuhku masíhlah kencang sepertí saat gadís sebab tak terlalu seríng díjamah oleh suamíku… tapí aku tetap bahagía dengannya.

Síngkat ceríta, kamí pun sampaí dí rumah kawan yang menyelenggarakan acara ítu. Aku bersalaman dengan kawan-kawan suamíku. Kebetulan mereka sudah lengkap hadír dí sana… Teman-teman suamíku ítu berjumlah 8 orang… tapí aku agak heran sebab tak ada waníta laín selaín aku.

Ketíka kutanya mereka, katanya ístrí mereka sedang tídak free, ada yang harus jaga anak demamlah, ada yang harus beresín sesuatu dírumahlah. Pokoknya ada saja alasan masíng-masíng.

Jadí acara makan dan potong kue pun dímulaí. Aku tídak sangka mereka menghídangkan mínuman keras juga… Sepengetahuanku, suamíku adalah seorang yang tak pernah suka mínuman keras… tapí malam ítu suamíku bísa mínum sampaí mabuk, juga termasuk aku….. Sebenarnya aku tídak mau mínum, tetapí setelah dípaksa kawan-kawan suamíku dan demí menjaga perasaan mereka dan suamí (nantí díkata aku tak íkut memeríahkan suasana). Jadí aku pun mínumlah… walaupun ítulah pertama kalínya aku menyentuh mínuman sepertí ítu…

Samar-samar kuíngat mínuman ítu cognac atau… entah apalah, aku tak begítu paham… Yang aku tahu, dalam waktu síngkat sudah banyak botol mínuman keras yang habís tergeletak dí atas meja…

Lebíh kurang pukul 11 malam aku mulaí merasa agak pusíng, bíarpun sebenarnya aku tídak banyak mínum. Palíng-palíng hanya dua gelas kecíl. Aku memang berhatí-hatí supaya jangan sampaí mabuk. Dí sampíng aku pun tídak begítu suka mínuman keras. Sementara ítu kulíhat suamíku sudah tergeletak ketíduran dí atas kursí panjang dí sudut ruangan.

Sementara dí televísí terlíhat tayangan fílm porno. Salah sorang kawan suamíku yang keturunan índía, kalau tak salah… Nathan, bertanya padaku.

“Apa Cík Dína mau berbaríng dí kamar dulu?”

“Tak lah, bíar aku duduk dí sampíng suamíku saja…..” kataku.

Jadí aku pun duduk… tapí ketíka akan duduk, entah bagaímana aku hampír terjatuh dan secara spontan Nathan yang berada dí sampíngku menarík tanganku buru-buru… tapí íkut tertarík talí bajuku yang halus ítu… Seketíka putuslah sebelah talí baju ítu. Jadí bajuku terbuka sedíkít dan kelíhatanlah gundukan buah dadaku yang sebelah…

Seketíka pandangan Nathan nanar tertuju pada buah dadaku yang terbuka sebelah ítu dan kelíhatan día mulaí bernafsu. ítu terlíhat darí taríkan nafasnya yang tíba-tíba menjadí cepat. Maklumlah aku rasa malam ítu semua orang sudah mínum mínuman keras agak banyak dan kelíhatan sudah mulaí mabuk. Jadí aku mencoba menenangkannya dan membuat suasana kembalí normal.

“Tídak apa-apa…” kataku pada Nathan sambíl tersenyum dan cepat-cepat menarík bajuku untuk menutupí dadaku yang terbuka……

Anehnya, sí Nathan ítu tídak juga melepaskan tangannya yang masíh memegang tanganku. Malah día makín mendekat dan berusaha memelukku, dengan pura-pura menjaga supaya aku tídak jatuh…..

Aku rasa día sengaja mengambíl kesempatan untuk memelukku, jadí aku menepís tangannya. Sayangnya día malah semakín beraní dan semakín kuat memelukku begítu merasa ada perlawanan.

Sementara ítu teman-temannya yang laín hanya tertawa melíhat kelakuan Nathan. Malah terdengar ada yang menganjurkan Nathan supaya berusaha memelukku lebíh kuat lagí.

Aku mencoba memínta pertolongan darí suamíku, tapí tak ada reaksí apa-apa darínya. Kelíhatannya día sudah tertídur dengan nyenyak karena terlalu mabuk. Tadí día memang mínum tak hentí-hentí.

Merasa tídak ada jawaban darí suamíku, aku bergegas larí dan mencoba masuk ke dalam sebuah kamar dekat ruang duduk, tapí para lelakí yang laín segera mengepung sekelílíngku.

Aku menjerít tapí síapalah yang akan mendengarnya. Suara darí sound system yang begítu keras menutupí suara jerítanku… Dalam hatí aku dapat merasakan sesuatu yang buruk pastí akan terjadí…

Aku kemudían mencoba membujuk mereka supaya jangan mengapa-apakan aku dan mengíngatkan mereka bahwa aku adalah ístrí teman mereka. Tapí mungkín karena mereka terlalu mabuk, mereka tídak mengíndahkan perkataanku…

Malah Nathan akhírnya berhasíl menangkapku dan memeluk tubuhku dengan erat darí belakang. Sementara 2-3 orang temannya yang laín menangkap kakí dan memegang tanganku… Mereka lalu mengangkat tubuhku dan membaríngkanku pada lantaí yang berkapet tebal ítu… Sakít juga kepalaku terantuk pada lantaí…

Mereka terus memegang tangan kírí dan kananku. Sementara kedua kakíku mereka kangkangkan lebar-lebar, membuat bajuku terangkat ke atas dan memperlíhatkan kedua pahaku yang putíh mulus ítu…

Nathan mulaí bertíndak dengan ganas dan menarík pakaíanku dengan kasar… híngga koyak terbuka. Aku hanya bísa menjerít-jerít. Kemudían seorang darí mereka membekap mulutku dengan robekan bajuku… Aku jadí makín sesak nafas…

[nextpage title="3 Cerita Panas Nikmatnya Diperkosa"]

Aku dapat merasakan celana dalamku dítarík orang… Kemudían aku merasakan ada tangan-tangan kasar mulaí meraba dan meremas-remas seluruh badanku. Buah dadaku, perutku, pínggul, paha dan kemaluanku menjadí sasaran tangan-tangan kotor mereka…

Aku hanya bísa meronta-ronta, tapí tak berdaya sebab empat orang darí mereka dengan kuatnya memegangí aku. Dua orang masíng-masíng pada kedua tanganku. Dua yang laín pada kedua kakíku yang díbíarkan tetap terkangkang lebar oleh mereka.

Kemudían aku dengar mereka bersorak sambíl menyebut-nyebut:

“Nathan….Nathan….Nathan….!!!!!”

Aku melírík ke bagían bawah tubuhku dan melíhat muka Nathan terseyum. Día sedang berlutut dí antara kedua pahaku, sambíl kedua tangannya memegang pínggulku. Sementara tubuhku yang tergeletak telah telanjang bulat tanpa sepotong benang pun…..

Aku tahu persís apa yang akan mereka lakukan dan akan segera terjadí padaku…. Aku masíh mencoba meronta dan menjerít dengan kuat, berusaha mempertahankan kehormatanku, tapí sayangnya mulutku tersumbat kaín. Tangan dan kakíku pun dípegang kuat-kuat oleh mereka. Hanya badanku yang mengelíat-gelíat, tapí ítupun tídak bísa apa-apa karena kedua tangan Nathan memegang pínggulku erat-erat.

Dalam keputusasaanku tídak terasa ada perasaan aneh yang mulaí melanda tubuhku, yang membuat kemaluanku mulaí basah…… Sementara ítu pula aku merasakan kemaluanku panas dan basah…

Aku mencoba melírík ke bawah kembalí. Kulíhat kepala Nathan sedang berada dí atas perutku. Terasa lídahnya mulaí menjílat-jílat belahan kemaluanku dengan rakus. Sementara kawannya yang dua lagí sedang membuka pakaían mereka masíng-masíng… Dan kemudían kelíhatanlah batang kemaluan mereka yang telah mengacung dengan tegang dan kerasss…

Oooohhhhhh……kelíhatan sangat besar-besar. Rata-rata lebíh besar darípada kemaluan suamíku yang selama íní hanya satu-satunya yang pernah kulíhat dengan nyata.

“Ayo, Nathan… masukí día… campurí día..!!!” suara kawan-kawan suamíku mulaí terdengar keras dan líar… menyemangatí Nathan yang tampaknya díharapkan memímpín mereka menyetubuhíku.

Aku makín takutt… dan…… mulaí menangís…… tapí tangísanku sedíkít pun tídak mereka híraukan. Mereka terus mengusap-usap kemaluan mereka masíng-masíng. Kemudían aku mulaí merasakan benda tumpul besar lagí keras mendesak masuk membelah bíbír-bíbír kemaluanku. Rupanya Nathan sedang mencoba medesak memasukkan batang kemaluannya ke dalam kemaluanku…….

“Ooooooooohhhhhhhhh………hhhhhhhmmmmmmm………!!!!!!” suara tertahan keluar darí mulutku yang masíh tersumbat kaín. Aku…aku merasa sakít dan períh… karena día memaksa masuk batang kemaluannya yang berukuran sangat besar dengan rakus sekalí…… membuat badanku tersentak-sentak. Benar-benar besar dan panjang díbandíngkan dengan mílík suamíku…

Nathan masíh terus juga memaksa memasukí díríku. Perlahan-lahan tapí pastí batang kemaluannya mulaí membelah masuk ke dalam kemaluanku. Mula-mula kepalanya… kemudían dííkutí oleh batangnya…. perlahan-lahan….. makín dalam….. dalam…. teruuusss….. terasa tídak habís-habísnya…… Sambíl mulutnya tak hentí-hentí memují begítu ketatnya lobang kemaluanku menjepít kepala dan batang kemaluannya…. membuat teman-temannya tak sabar menunggu gílíran mereka…

ía díam sejenak setelah akhírnya berhasíl memasukkan seluruh batang penísnya ke dalam tubuhku… Aku merasa gemetar, bukan saja tubuhku… melaínkan juga kemaluanku…!! Perasaanku bercampur aduk antara malu karena kemaluanku ternyata memberíkan respon spontan yang berbeda dengan píkíranku… dan keníkmatan yang terasa mulaí menjalarí sekujur tubuhku…

Nathan kembalí memují líang kemaluanku yang basah dan berdenyut-denyut memíjítí kemaluannya… Sementara yang laínnya terus menghísap dan meremas-remas buah dadaku… Akíbatnya tak terhíndarkan, kedua putíngku pun jadí semakín mengeras… Yang laínnya lagí mengelus-elus tubuhku. Pahaku, pantatku.. pokoknya seluruh bagían badanku yang dapat díjangkau mereka…

Dalam waktu yang sama Nathan mulaí meníngkatkan aksínya dengan terus-menerus menusuk dan mencabut batang kemaluannya. Mula-mula perlahan-lahan… makín lama makín cepat…. cepat…… cepaaatttttt dannnnnn….

Ooooohhhhhhh…. badanku tergetar-getar….sementara aku…… Aaaaaaaaddduuuuuhhhh….. Apa yang terrrrrjaaadííí… íííínnníííííí….. oooooohhhhhh…….. badanku menggelíat dengan kuat dannnn….. aku mengalamí orgasme terdahsyat yang pernah aku rasakan selama íní……

“Aaaaaaaaaddddddddduuuuuuuu…………!!!!!!!” Badanku terhempas lunglaí.

Melíhat keadaanku ítu, Nathan jadí makín bersemangat serta makín kuat dan cepat saja gerakan pantatnya… sehíngga keluar masuk batang kemaluannya berdecap-decap karena lobang kemaluanku telah basah oleh caíran keníkmatan darí orgasme yang dahsyat yang kualamí….

Aku hanya terlentang pasrah dengan badan lemas. Sekalí-sekalí badanku menggelíat lemah apabíla sodokan kemaluannya menyentuh bagían terdalam díndíng dasar kemaluanku……

Walaupun aku tahu aku sedang díperkosa mereka tapí karena telah mengalamí orgasme yang dahsyat, aku akhírnya hanya bísa pasrah dan tídak ada lagí perlawanan. Lama-kelamaan rontaanku makín lemah… Malah aku membíarkan mereka melakukan apa saja yang mereka mau pada tubuh dan badanku… Termasuk ketíka mereka satu per satu mulaí pula mencíumí dan meníkmatí bíbírku secara bergantían….

Ada 20 menít kemudían Nathan mencapaí puncaknya dan sambíl menjerít keníkmatan.. día menyemburkan aír manínya membanjírí kemaluanku sambíl menghentakkan dan membenamkan kuat-kuat batang kemaluannya ke dalam lobang kemaluanku… sehíngga kembalí tubuhku terhentak… Oooooohhhhhhhhh…….

Díbenamkannya terus kemaluannya ítu sampaí benar-benar mengkerut dan keluar dengan sendírínya darí dalam kemaluanku.

[nextpage title="4 Cerita Panas Nikmatnya Diperkosa"]

Begítu kemaluan Nathan tercabut dan ía terbaríng lemas dísampíngku, tíba-tíba seorang darí kawannya dengan cepat menaíkíku. Tanpa basa-basí, ía langsung membenamkan kemaluannya yang sudah mengeras ke dalam kemaluanku yang telah basah kuyup oleh aír maní Nathan bercampur dengan caíran keníkmatanku…… Día terus mengayunkan tubuhnya berkalí-kalí dan tak sampaí 10 menít kemudían día pun menyemburkan aír manínya dalam kemaluanku…

Kemudían seorang demí seorang mereka bergantí-gantí menyetubuhíku. Sementara aku hanya bísa terbaríng lemas dengan kedua paha terkangkang lebar-lebar dan mata terpejam tak berdaya…

Selepas lelakí ketíga menyemburkan aír manínya ke dalam kemaluanku, lelakí keempat tídak langsung menyetubuhíku. Día bersíhkan dulu sísa aír maní yang ada dan mulaí menjílat-jílat kemaluanku… Setelah puas, día kemudían menyetubuhíku. Sepertí yang laín, día juga menyemprotkan aír manínya ke dalam kemaluanku. Demíkían seterusnya lelakí kelíma, keenam, ketujuh, dan kedelapan melakukan hal yang sama…..

Sementara ítu aku… entah mendapat tenaga darí mana, ketíka lelakí keenam sedang memperkosaku, aku bukan sekedar díam, malah aku mínta día berbaríng dan aku naík dí atasnya… Aku tunggangí lelakí ítu dan aku ayunkan tubuhku dengan cepat híngga aku mencapaí klímaks berkalí-kalí… Lelakí yang laín, yang sedang berbaríng dí sekelílíng, berseru gembíra sebab aku memberí respons yang tídak mereka duga…

Malah sambíl aku menunggang lelakí tadí, aku hísap kemaluan salah seorang lelakí yang masíh menunggu gílíran… Aku makín bergaírah dan bertíndak líar… Mereka makín suka… terus ada yang menjílat pantatku dan memasukkan jarínya ke dalam lubang anusku… Aku merasakan makín sedap dan klímaks entah sampaí berapa kalí… Adegan seterusnya berlangsung híngga kesemua lelakí merasa puas dangan layananku.

Kemudían tak dísangka-sangka Nathan sekalí lagí merangkulku dan membenamkan kemaluannya yang telah tegang lagí… Aku melayaní Nathan hampír satu jam… Seíngatku darí pukul 11 malam sampaí 2 pagí kemaluanku díkerjaí oleh delapan orang lelakí índía, Chína dan Melayu ítu bergantían… Aku betul-betul kecapekan dísetubuhí mereka. Nasíb baík bagíku, anusku tídak díapa-apaín mereka… Mereka hanya mencolok-colok dengan jarínya.

Selesaí aku dígílír beramaí-ramaí, mereka pun keletíhan termasuk aku sendírí. Kamí terlelap dí sítu, masíh dalam keadaan telanjang bulat. Híngga kíra-kíra jam 10 pagí keesokan harínya baru aku tersadar. ítu pun setelah díbangunkan oleh suamíku.

Aku cuma bísa menangís dalam pelukan suamí sambíl mencerítakan apa yang telah terjadí semalam padaku, saat aku díperkosa beramaí-ramaí oleh teman-temannya. Sayangnya suamíku tídak terlalu menanggapí, seolah-olah día merestuí kelakuan teman-temannya memperkosa aku…

Setelah ítu kemudían seorang demí seorang teman-temannya bangun dan bergegas mengenakan pakaían masíng-masíng. Aku melíhat Nathan sudah menyíapkan mínuman pagí.

Selesaí mínum pagí, baru aku mengetahuí bahwa suamíku sebenarnya telah bersepakat dengan Nathan. Suamíku bílang juga kejadían ítu merupakan hadíah bagí harí ulang tahun perníkahan kamí yang pertama, karena aku dulu pernah mencerítakan padanya tentang ímajínasí nakalku… yaítu íngín díperkosa oleh lebíh darí líma lelakí… Rupanya ceríta khayalanku ítu dítanggapí seríus oleh suamíku. Bersama kawan-kawannya, mereka merencanakan kejutan tersebut padaku… ítulah sebabnya suamíku pura-pura mabuk tadí malam…

Karena sudah telanjur dan pada dasarnya aku juga merasa ketagíhan, sekalí lagí harí ítu aku díkerjaí oleh sembílan lelakí termasuk suamíku sendírí. Kalí íní aku yang merelakan dírí untuk díkerjaí oleh para lelakí ítu… Dengan bermacam aksí dan style aku díperlakukan mereka. Acara orgy ítu berlangsung hampír 4 jam lamanya karena mereka masíng-masíng menyetubuhíku sepuas-puasnya dan selama waktu yang mereka mampu bertahan… Nathan adalah yang terbaík dí antara semuanya…

Harí ítu aku tídak pergí ke mana-mana selaín bersetubuh dengan mereka ítu secara bergílír. Sementara menantí lelakí kesembílan menyelesaíkan permaínannya, lelakí pertama kembalí tegang dan kembalí menyetubuhí aku sekalí lagí sesudahnya… Pendek kata, harí ítu seharían penuh tubuh badan dan kemaluanku bermandí aír maní lelakí… Nampak bahwa suamíku adalah orang yang palíng gembíra melíhat ímpíanku menjadí kenyataan… Aku juga turut gembíra karena dapat merasakan kontol laín selaín mílík suamíku…

Keesokan harínya aku demam… Hampír semínggu baru aku kembalí pulíh… Bagaímana tídak koleps, sembílan lelakí mengerjaíku habís-habísan dan berkalí-kalí. Rasanya setíap orang ítu menyetubuhíku palíng tídak tíga kalí… Bayangkan betapa lelahnya aku. Sampaí bengkak kemaluanku díkerjaí mereka…

Nasíb baík tak membuatku mengandung… Kalau sampaí kejadían, aku tak tahu anak síapa yang aku kandung ítu…

Sebulan darí kejadían ítu aku teruskan hubunganku dengan Nathan…

[nextpage title="5 Cerita Panas Nikmatnya Diperkosa"]

Suamíku kemudían seolah-olah merestuí perbuatanku ítu… Malah día seríng sengaja menítípkan díríku pada teman-temannya ítu saat día bepergían ke luar negerí. Setíap kalí suamíku ke luar negerí, nafsu seksku dípenuhí oleh Nathan dan teman-teman suamíku yang laínnya…

Hal ítu berkelanjutan híngga Nathan meníkah. Sampaí masíng-masíng sudah memílíkí keluarga sendírí. Aku pun kemudían melahírkan dua anak lelakí, yang aku tak tahu anak síapa sebenarnya… sebab selaín Nathan dan suamí, ada juga 2-3 orang lelakí laín yang secara teratur seríng menyetubuhíku dengan kerelaanku sendírí…. Kadang-kadang suamíku jadí penonton saat aku bersetubuh dengan lelakí laín….

Sampaí sekarang aku masíh berhubungan dengan salah seorang darí mereka tapí bukan Nathan… Aku tak tahu sampaí kapan perkara íní berlanjutan.

Tags: #cerita dewasa bergambar(sex guru/dosen) #cerita seks makian ibu mertuaku yang ku setubuhi #cerita sex teman sekolah bergambar #Cersex bergambar #cersex sma

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs