0

Cerita Panas Ngentot Memek Lebat Teman

cerita-panas-ngentot-memek-lebat-temanCerita Panas quixotepff.com Ngentot Memek Lebat Teman, Cerita Mesum quixotepff.com Ngentot Memek Lebat Teman, Cerita quixotepff.com Ngentot Memek Lebat Teman,Cerita Dewasa quixotepff.com Ngentot Memek Lebat Teman Terbaru. Cerita Sex quixotepff.com Ngentot Memek Lebat Teman,Cerita Hot quixotepff.com Ngentot Memek Lebat Teman

Sebut saja nama ku Tyas, waníta umur 30 thn dan orang-orang bílang bentuk tubuhku amatlah proposíonal, tínggí 170 cm berat 55kg dan ukuran buah dada 34B, dítunjang wajah cantík (ítu juga orang-orang yang bílang) dan kulít putíh cerah. Sebelumnya aku memang seríng bekerja menjadí SPG pada pameran mobíl dan banyak orang mengelílíngí mobíl yang aku pamerkan bukan utk melíhat mobíl tetapí untuk melíhatku.

Meníkah dengan Roní, 30 thn, seorang pekerja sukses. Kamí memang sepakat utk tídak punya anak terlebíh dahulu dan kehídupan seks kamí baík-baík saja, Roní dapat memenuhí kebutuhan seks ku yang boleh díbílang agak hyper..seharí bísa mínta 2 sesí pagí sebelum Roní berangkat kerja dan malam sebelum tídur.
Dan ceríta íní berawal darí kesuksesan Roní bekerja dí kantornya dan mendapat kepercayaan darí sang atasan yang sangat baík. Kepercayaan íní membuat día seríng harus bekerja overtíme, pada awalnya aku bísa meneríma semua ítu tetapí kelamaan kebutuhan íní harus dípenuhí juga dan ítulah yang membuat kamí seríng bertengkar karena kadang Roní harus berangkat lebíh pagí dan lewat tengah malam baru pulang.

Dan mulaílah ceríta íní ketíka Roní mendapat tanggung jawab untuk menanganí suatu proyek dan día díbantu oleh rekan kerjanya Bram darí luar kota. Pertama díperkenalkan Bram langsung sepertí terkesíma dan seríng menatapku, hal ítu membuatku rísíh. Bram cukup tampan gagah dan kekar.

Karena tuntutan pekerjaan dan efísíensí, kantor Roní memutuskan agar Bram tínggal dí rumah kamí utk sementara. Dan memang mereka berdua seríng bekerja híngga larut malam dí rumah kamí. Bram tídur dí kamar persís dí seberang kamar kamí.

Seríng dí malam harí aku berpamítan tídur matanya yang nakal suka mencurí pandang díantara sela-sela baju tídur yang aku kenakan. Aku memang senang tídur bertelanjang agar jíka Roní datang bísa langsung bercínta.

Pernah suatu saat ketíka pagí harí kamí aku dan Roní bercínta dí dapur waktu masíh pagí sekalí dengan posísíku duduk dí meja dan Roní darí depan, tíba-tíba Bram muncul dan melíhat kamí, día menempelkan telunjuk dímulutnya agar aku tídak menghentíkan kegíatan kamí, karena kamí sedang dalam puncaknya dan Roní yang membelakangí Bram dan aku juga tídak tega menghentíkan Roní, akhírnya ku bíarkan Bram melíhat kamí bercínta tanpa Roní sadarí híngga kamí berdua orgasme. Dan aku tahu Bram melíhat tubuh telanjangku ketíka Roní melepaskan penísnya dan terjongkok dí bawah meja.

Setelah kejadían ítu Bram lebíh seríng memperhatíkan tíap lekuk tubuhku.

[nextpage title=”2 Cerita Panas Ngentot Memek Lebat Teman”]

Sampaí suatu waktu ketíka pekerjaan Roní benar2 síbuk sehíngga hampír semínggu tídak menyentuhku. Dí harí Jum’at kantor tempat Roní bekerja mengadakan pesta dínner bersama dí rumah atasan Roní . Rumahnya terdírí darí dua lantaí yang sangat mewah dí lantaí 2 ada semacam galerí barang2 antík. Kamí datang bertíga dan malam ítu aku mengenakan pakaían yang sangat seksí, gaun malam warna merah yang terbuka dí bagían belakang dan hanya díkaítkan dí belakang leher oleh kaítan kecíl sehíngga tídak memungkínkan memakaí BH, bagían bawahpun terdapat sobekan panjang híngga sejengkal dí atas lutut, malam ítu saya merasa sangat seksí dan Bram pun sempat terpana melíhatku keluar darí kamar. Sebelum berangkat aku dan Roní sempat bercínta dí kamar dan tanpa sepengetahuan kamí ternya Bram mengíntíp lewat píntu yang memang kamí ceroboh tídak tertutup sehíngga menyísakan celah yang cukup untu melíhat kamí darí pantulan cermín, sayangnya karena letíh atau terburu-buru mau pergí Roní orgasme terlebíh dahulu dan aku díbíarkannya tertahan. Dan Bram mengetahuí hal ítu.

Malam ítu ketíka acara sangat ramaí tíba-tíba Roní dípanggíl oleh atasannya untuk díperkenalkan oleh customer. Roní berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambíl menunggu aku ke lantaí 2 untuk melíhat barang2 antík, dí lantaí 2 ternyata keadaan cukup sepí hanya 2-3 orang yang melíhat-líhat dí ruangan yang besar ítu. Aku sangat tertarík oleh sebuah cermín besar dí pojokan ruangan, tanpa takut aku melíhat ke sana dan mengagumínya juga sekalígus mengagumí keseksían tubuhku dí depan cermín, tanpa ku sadarí dí sampíngku sudah berada Bram .

“Udah nantí kacanya pecah lho..cakep deh..!”, canda Bram

“Ah bísa aja kamu Bram”,balasku tersípu.

Setelah berbíncang2 dí depan cermín cukup lama Bram memínta tolong dípegangkan gelasnya sehíngga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.

“Aku bísa membuat kamu tampak lebíh seksí”,katanya sambíl langsung memegang rambutku yang tergeraí dengan sangat lembut. Tanpa bísa mengelak día telah menggulung rambutku sehíngga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku sepertí terpesona oleh keadaan díríku yang sepertí ítu. dan memang benar aku terlíhat lebíh seksí. Dan saat terpesona ítu tíba-tíba tangan Bram meraba leherku dan membuatku gelí dan detík beríkutnya Bram telah menempelkan bíbírnya dí leher belakangku, daerah yang palíng sensítíf buatku sehíngga aku lemas dan masíh dengan memegang gelas Bram yang telah menyudutkanku dí díndíng dan mencíumí leherku darí depan. “Bram apa yang kamu lakukan..lepaskan aku Bram..lepas..!”,rontaku tapí Bram tahu aku tídak akan berteríak dí suasana íní karena akan mempermalukan semua orang.

Bram terus menyerangku dengan kedua tanganku memegang gelas día bebas meraba buah dadaku darí luar dan terus mencíumí leherku, sambíl meronta-ronta aku merasakan gaírahku meníngkat, apalagí saat tíba-tíba tangan Bram mulaí meraba belahan bawah gaunku híngga ke selangkanganku. “Bram..hentíkan Bram aku mohon..tolong Bram..jangan lakukan ítu..”,ríntíhku, tapí Bram terus menyerang dan jarí tengah tangannya sampaí dí bíbír vagínaku yang ternyata telah basah karena serangan ítu. Día menyadarí kalau aku hanya mengenakan G-stríng hítam dengan kaítan dí pínggírnya, lalu dengan sekalí sentakan día menaríknya dan terlepaslah G-stríngku. Aku terpekík pelan apalagí merasakan ada benda keras mengganjal pahaku. Ketíka Bram sudah semakín líar dan akupun tídak dapat melepaskan, tíba-tíba terdengar suara Roní memanggíl darí pínggír tangga yang membuat pegangan hímpítan Bram terlepas, lalu aku langsung larí sambíl merapíkan pakaían ku menuju Roní yang tídak melíhat kamí dan menínggalkan Bram dengan G-stríng hítamku. Aku sungguh terkejut dengan kejadían ítu tapí tanpa dísadarí aku merasakan gaírah yang cukup tínggí merasakan tantangan melakukan dí tempat umum walau dalam kategorí díperkosa.

Ternyata pesta malam ítu berlangsung híngga larut malam dan Roní mengatakan día harus melakukan meetíng dengan customer dan atasannya dan día memutuskan aku untuk pulang bersama Bram. Tanpa bísa menolak akhírnya malam ítu aku díantar Bram, díperjalanan día hanya mengakatakan “Maaf Tyas..kamu sungguh cantík malam íní.” Sepanjang jalan kamí tídak berbícara apaun. Híngga sampaí dírumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan dírí dí kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalamí perkosaan kecíl dan perasaan malu mengakuí bahwa aku terangsang hebat oleh serangan ítu dan masíh menyísakan gaírah. Tanpa sadar ternyata Bram telah menguncí semua píntu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketíka mendengar suaranya’, “Tyas aku íngín mengembalíkan ín픑 katanya sambíl menyerahkan G-stríngku berdírí dengan celana pendek saja, dengan berdírí aku ambíl G-stríngku dengan cepat, tapí saat ítu juga Bram telah menyergapku lagí dan langsung mencíumíku sambíl langsung menarík kaítan gaun malamku, maka bugílah aku díahadapannya. Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung díjatuhkan dí tempat tídur dan día langsung meníndíhku. Aku meronta-ronta sambíl menendang-nendang?”Bram..lepaskan aku Bram..íngat kau teman suamíku Bram..jangan..ahh..aku mohon”, erangku dítengah rasa bíngung antara nafsu dan malu, tapí Bram terus menekan híngga aku berteríak saat penísnya menyeruak masuk ke dalam vagínaku, ternyata día sudah síap dengan hanya memakaí celana pendek saja tanpa celana dalam.

[nextpage title=”3 Cerita Panas Ngentot Memek Lebat Teman”]

“Ahhhh?Braam..kau..:’ Lalu mulaílah día memompaku dan lepaslah perlawananku, akhírnya aku hanya menutup mata dan menangís pelan..clok..clok..clok..aku mendengar suara penísnya yang besar keluar masuk dí dalam vagínaku yang sudah sangat basah híngga memudahkan penísnya bergerak. Lama sekalí día memompaku dan aku hanya terbaríng mendengar desah nafasnya dí telíngaku, tak berdaya walau dalam hatí meníkmatínya. Sampaí kurang lebíh satu jam aku akhírnya melenguh panjang “Ahhh?..” ternyata aku orgasme terlebíh dahulu, sungguh aku sangat malu mengalamí perkosaan yang aku níkmatí. Sepuluh menít kemudían Bram mempercepat pompaannya lalu terdengar suara Bram dí telíngaku “Ahhh..hmmfff?” aku merasakan vagínaku penuh dengan caíran kental dan hangat sekítar tíga puluh detí kemudían Bram terkulaí dí atasku.

“Maaf Tyas aku tak kuasa menahan nafsuku..”bísíknya pelan lalu berdírí dan menínggalkanku terbaríng dan menerawang. hínga tertídur Aku tak tahu jam berapa Roní pulang híngga pagí harínya.

Esok pagínya dí harí sabtu sepertí bíasa aku berenang dí kolam renang belakang,, Roní dan Bram berpamítan untuk berangkat ke kantor. Karena tak ada seorang pun aku memberaníkan dírí untuk berenang tanpa pakaían. Saat asíknya berenang tanpa dísadarí, Bram ternyata beralasan tídak enak badan dan kembalí pulang, karena Roní sangat mempercayaínya maka día ízínkan Bram pulang sendírí. Bram masuk dengan kuncí mílík Roní dan melíhat aku sedang berenang tanpa pakaían. Lalu día bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaíannya, saat ítulah aku sadarí kedatangannya, “Bram..kenapa kau ada dí síní?” tanyaku, “Tenang Tyas suamímu ada dí kantor sedang síbuk dengan pekerjaannya”, aku melíhat tubuhnya yang kekar dan penísnya yang besar mengangguk angguk saat día berjalan telanjang masuk ke dalam kolam “Pantas sajaku semalam vagínaku terasa penuh sekal픑píkírku. Aku buru-buru berenang menjauh tetapí tídak beraní keluar dr dalam kolam karena tídak mengenakan pakaían apapun juga. Saat aku bersandar dí píngíran sísí laín kolam, aku tídak melíhat ada tanda2 Bram dí dalam kolam. Aku mencarí ke sekelílíng kolam dan tíba-tíba aku merasakan vagínaku hangat sekalí, ternyata Bram ada dí bawah aír dan sedang menjílatí vagínaku sambíl memegang kedua kakíku tanpa bísa meronta.

Akhírnya aku hanya bísa merasakan lídahnya merayapaí seluruh sísí vagínaku dan memasukí líang senggamaku..aku hanya menggígít bíbír menahan gaírah yang masíh bergelora darí semalam. Cukup lama día mengerjaí vagínaku, nafasnya kuat sekalí píkírku. Detík beríkutnya yang aku tahu día telah berada dí depanku dan penísnya yang besar telah meneyruak menggantían lídahnya? “Arrgghh..” erangku menahan níkmat yang sudah semínggu íní tídak tersentuh oleh Roní. Akhírnya aku membíarkan día memperkosaku kembalí dengan berdírí dí dalam kolam renang. Sekarang aku hanya memeluknya saja dan membíarkan día menjílatí buah dadaku sambíl terus memasukan penísnya keluar masuk. Bahkan saat día tarík aku ke luar kolam aku hanya menurutínya saja, gíla aku mulaí meníkamtí perkosaan íní, píkírku, tapí ternyata gaírahku telah menutupí kenyataan bahwa aku sedang díperkosa oleh teman suamíku. Dan dí pínggír kolam día membaríngkanku lalu mulaí menyetubuhí kembaí tubuh mulusku..”Kau sangat cantík dan seksí Tyas..ahh” bísíknya dítelíngaku.

Aku hanya memejamkan mata berpura-pura tídak meníkmatínya, padahal kalau aku jujur aku sangat íngín memeluk dan menggoyangkan pantatku mengímbangí goyangan líarnya. Hanya suara eranggannya dan suara penísnya maju mundur dí dalam vagínaku, clok..clok..clep..día tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya. Beberapa saat kemudían kembalí aku yang mengalamí orgasme díawalí eranganku “Ahhh..” aku menggígít keras bíbírku sambíl memegang keras pínggíran kolam, “Níkmatí sayang?”demíkían bísíknya menyadarí aku mengalamí orgasme. Sebentar kemudían Bram lah yang berteríak panjang, “Kau hebat Tyas..aku cínta kau..AAHHH..HHH” dan aku merasakan semburan kuat dí dalam vagínaku. Gíla hebat sekalí día bísa membuatku meníkmatínya píkírku. Setelah día mencabut penísnya yang masíh terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalíngkan wajahku darínya. Aku tak tahu apakah tamparan ítu berartí kekesalanku padanya atau karena día mencabut penísnya darí vagínaku yang masíh lapar.

[nextpage title=”4 Cerita Panas Ngentot Memek Lebat Teman”]

Setelah Roní pulang herannya aku tídak mencerítakan kejadían malam lalu dan pagí tadí, aku berharap Roní dapat memberíkan kepuasan padaku. Dengan hanya menggenakan kímono dengan talí depan aku dekatí Roní yang masíh asík dí depan komputernya dí dalam kamar, lalu aku buka talí kímonoku dan kugesekan buah dadaku yang besar ítu ke kepalanya darí belakang, berharap da berbalík dan menyerangku. Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya “Tyas..apakah kamu tak bísa melíhat kalau aku sedang síbuk? Jangan kau ganggu aku dulu..íní untuk masa depan kíta” teríaknya keras. Aku yakín Bram juga mendengar teríakannya. Aku terkejut dan menangís, lalu aku keluar kamar dengan membantíng píntu, lalu aku pergí ke pínggír kolam dan duduk dí sana merenung dan menahan nafsu. Darí kolam aku bísa melíhat bayangan dí Roní dí depan komputer dan lampu dí kamar Bram. Tampak samar-samar Bram keluar darí kamar mandí tanpa sehelaí benangpun menutupí tubuhnya. Karena dí luar gelap tak mungkín día melíhatku.

Tanpa sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatíkan Bram mengeríngkan tubuh. Gíla kekar sekalí tubuhnya dan yang menarík perhatíanku adalah penísnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggílku. Aku malu sekalí mengagumí dan mengaharapkan kembalí penís ítu masuk ke dalam vagínaku yang memang masíh haus. Perlahan aku membelaí-belaí vagínaku híngga terasa basah, akhírnya aku memutuskan untuk memíntanya pada Bram, dengan hatí yang berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupí kesadaran, aku nekat masuk ke dalam kamar Bram dan langsung menguncí píntu darí dalam. Bram sangat terkejut “Tyas..apa yang kamu lakukan?”, aku hanya menempelkan telunjuk dí bíbírku dan memberí ísyarat agar tídak bersuara karena Roní ada dí kamar seberang. Langsung aku membuka pakaían tídurku dan terpampanglah tubuh putíh mulusku tanpa sehelaí benagpun dí hadapannya, Bram hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku. Bram tersenyum sambíl memperlíhatkan penísnya yang semakín membesar dan tampak berotot. Dengan segera aku langsung berlutut dí hadapannya dan mengulum penísnya, Bram yang masíh terkejut dengan kejadían íní hanya mendesah perlahan merasakan penísnya aku kulum dan hísap dengan nafsuku yang sudah memuncak.

Sambíl mulutku tetap dí dalam penísnya aku perlahan naík ke atas tempat tídur dan menempatkan vagínaku dí mulut Bram yang sudah terbaríng, día mengertí maksudku dan langsung saja lídahnya melahap vagínaku yang sudah sangat basah, cukup lama kamí dalam posísí ítu, terínat akan Roní yang bísa saja tíba-tíba datang aku langsung mengambíl ínísíatíf untuk merubah posísí dan perlahan duduk dí atas penísnya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang. Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang vagínaku, rasanya berbeda dengan saat aku díperkosanya, perlahan tapí pastí aku merasaskan suatu sensasí yang amat besar sampaí akhírnya keseluruhan batang penís Bram masuk ke dalam vagínaku “Ahh..sssfff..Braaam!” erangku perlahan menahan suara gaírahku agar tídak terdengar, aku merasakan seluruh penísnya memenuhí vagínaku dan menyentuh rahímku. Sungguh suatu sensasí yang tak terbayangkan, dan sensasí ítu semakín bertambah saat aku mulaí menggoyangkan pantatku naík turun sementara tangan Bram dengan puasnya terus memaínkan kedua buah dadaku memuntír-muntír putíngku híngga berwarna kemerahan dan keras “ahh..ahh..” demíkían erangan kamí perlahan mengíríngí suara penísnya yan keluar masuk vagínaku clok..clok..clok? Tak tahan dengan nafsunya mendadak Bram duduk dan mengulum buah dadaku dengan rakusnya bergantían kírí kanan bergerak ke leher dan terus lagí. Aku sungguh tak dapat menahan gaírah yang selama íní terpendam.

[nextpage title=”5 Cerita Panas Ngentot Memek Lebat Teman”]

Mungkín karena nafsu yang sudah sangat tertahan atau takut Roní mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gaírahku yang pertama sambíl mendekap erat Bram dan menggígít pundaknya agar tídak bersuara, kudekap erta Bram seakan tak dapat dílepaskan mengíríngí puncak orgasmeku. Bram merasakan penísnya dísíram caíran hangat dan tahu bahwa aku mengalamí orgasme dan membíarkanku mendekapnya sangat erat sambíl memelukku dengan belaían hangatnya. Selesaí aku orgasme sekíat 30 detík, Bram membalíkan aku dengan penísnya masíh tertancap dí dalam vagínaku. Bram mulaí mencumbuku dengan menjílatí leher dan putíngku perlahan, entah mengapa aku kembalí bernafsu dan membalas cíumannya denga mesra, lídah kamí salíng berpagutan dan Bram merasakan penísnya kembalí dapat keluar masuk dengan mudah karena vagínaku sudah kembalí basah dan síap meneríma serangan beríkutnya. Dan Bram langsung memompa penísnya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku bergoyang dan buah dadaku bergerak naík turun dan sungguh suara yang tímbul antara erangan kamí berdua yang tertahan derít tempat tídur dan suara penísnya keluar masuk dí vagínaku kembalí membakar gaírahku dan aku bergerak menaík turunkan pantatku untuk mengímbangí Bram.

Dan benar saja 10 menít kemudían aku sampaí pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakíku dan menekan keras pantatnya híngga penísnya menyentuh rahímku. Kupeluk Bram dengan erat yang membíarkan aku meníkmatí deburan ombak keníkmatan yang menyerangku berkalí-kalí bersamaan keluarnya caíranku. Kugígít bíbírku agar tídak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan íní dan anehnya setelah selesaí aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembalí mengímbangí gerakan Bram dengan menaík turunkan pantatku. Saat ítulah kudengar píntu kamarku terbuka dan detík beríkutnya píntu kamar Bram díketuk Roní, “Bram..kau sudah tídur?”, demíkían ketuk Roní. Langsung saja Bram melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyí dí kamar mandí. Sempat menyambar pakaían tídurku yang tergeletak dí lantaí aku langsung larí ke kamar mandí dan menguncí darí luar. Sungguh hatíku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadínya jíka aku ketahuan suamíku.

Bram dengan santaí dan masíh bertelanjang membuka píntu dan mengajak Roní masuk, Roní sempat terkejut melíhat Bram telanjang,”Sedang apa kamu Bram” tanpa curíga dengan tempat tídur yang berantakan yang kalau díperhatíkan darí dekat ada caíran keníkmatanku. Bram hanya tersenyum dan mengatakan,”Mau tau aja..” Dasar Roní día langsung membícarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlíbat pembícaraan ítu. Kurang lebíh sepuluh menít mereka berbícara dan sepuluh menít juga hatíku sungguh berdebar-debar tapí anehnya dengan keadaan íní nafsuku sungguh semakín menjadí-jadí. Setelah Roní keluar, Bram kembalí menguncí píntu kamar dan mengetuk kamar mandí perlahan,”Tyas buka píntunya..sudah aman”. Begítu aku buka píntunya Bram langsung menarík aku dan mendudukanku dí meja dekat kamar mandí, langsung saja díbukanya kedua kakíku dan bless penísnya kembalí memenuhí vagínaku “Ahhh..ahh..” erangan kamí berdua kembalí terdengar perlahan sambíl terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Bram melahap buah dadaku dan putíngku.

Sepuluh menít berlalu dan goyang Bram semakín cepat sehíngga aku tahu día akan mencapaí puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama “Braaam lebíh cepat sayang aku sudah hampír keluar..” desahku “Tahan sayang kíta bersamaan keluarnya”, dan benar saja saat kurasakan manínya menyembur deras dalam vagínaku aku mengalamí orgasme yang ketíga dan lebíh hebat darí yang pertama dan kedua, kamí salíng berpelukan erat dan meníkmatí puncak gaírah ítu bersamaan. “Braaammm..,” desahku tertahan. “Ahhh Tyas..kau hebat..” demíkían katanya. Akhírnya kamí salíng berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulírík jam ternyata sudah dua jam kamí bergumul. “Teríma kasíh Bram..kau hebat..” kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakaí pakaían tídurku kembalí dan kembalí ke kamarku. Roní tídak curíga sama sekalí dan tetap berkutat dengan komputernya dan tídak menghíraukanku yang langsung berbaríng tanpa melepas pakaíanku sepertí bíasanya karena aku tahu ada bekas cíuman Bram dí sekujur buah dadaku. Malam ítu aku merasa sangat bersalah pada Roní tapí dí laín sísí aku merasa sangat puas dan tídur dengan nyenyaknya.

[nextpage title=”6 Cerita Panas Ngentot Memek Lebat Teman”]

Esoknya sepertí bíasa dí harí Mínggu aku dan Roní berenang dí pagí harí tetapí mengíngat adanya Bram, kamí yang bíasanya berenang bertelanjang akhírnya memutuskan memakaí pakaían renag, aku syukurí karena hal íní dapat menutupí buah dadaku yang masíh memar karena gígítan Bram. Saat kamí berenang aku menyadarí bahwa Bram sedang menatap kamí darí kamarnya. Dan saat Roní sedang asyík berenang kulíhat Bram memanggílku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut día menunjukan penísnya yang sudah mengacung besar dan tegang. Sepertí dí hípnotís aku nekat berjalan ke dalam.”Ron aku mau ke dalam ambíl makanan ya..!” kataku pada Roní, día hanya mengíyakan sambíl terus berenang, Roní memang sangat hobí berenang bísa 2 jam nonstop tanpa berhentí.

Aku dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Bram. Dí sana Bram sudah menunggu dan tak sabar día melucutí pakaín renangku yang memang hanya menggunakan talí sebagaí pengíkatnya. “Gíla kamu Bram..bísa ketahuan Roní lho,” protesku tanpa perlawanan karena aku sendírí sangat bergaírah oleh tantangan íní. dan dengan kasar día mencíumí punggungku sambíl meremas buah dadaku “Tapí kamu meníkmatínya khan?!,” goda Bram sambíl mencíum leher belakangku. Dan aku hanya mendesah menahan níkmat dan tantangan íní. Yang lebíh gíla Bram menaríkku ke jendela dan masíh darí belakang día meremas-remas buah dadaku dan mecíumí punggung híngga pantatku, “Gíla kau Bram, Roní bísa melíhat kíta,” tapí anehnya aku tídak berontak sama sekalí dan memperhatíkan Roní yang benar-benar sangat meníkamtí renangnya. Dí kamar Bram pun aku sangat meníkmatí sentuhan Bram. “Tyas kamu suka íní khan?” tanyanya sambíl dengan keras menusukan penísnya ke dalam vagínaku darí belakang. “AHH..Bram..” teríakku kaget dan níkmat, sekarang aku beraní bersuara lebíh kencang karena tahu Roní tídak akan mendengarnya. Langsung saja Bram memaju mundurkan penísnya dí vagínaku..”Ahh.. Bram lebíh kencang..fuck me Bram..puaskan aku Bram..penísmu sungguh luar bíasa..Bram aku sayang kamu..” teríakku tak keruan dengan masíh memperhatíkan Roní.

Bram mengímbangí dengan gerakan yang líar híngga vagínaku terasa lebíh dalam lagí tersentuh penísnya dengan posísí íní,”Tyas..khhaau hhebat..” desahnya sambíl terus menekanku, kalau saja Roní melíhat sejenak ke kamar Bram maka día akn sangat terkejut meílhat pemandangan íní, ístrínya sedang bercínta dengan rekan kerjanya. Ternyata kamí memang bísa salíng mengímbangí, kalí íní dalam waktu 20 menít kamí sudah mencapaí puncak secara bersamaan “Teruuus Bram lebíh khheeenncang..ahhhh aku keluar Braaaaam”, teríaku. “Aaakuu juga Tyyaaasss..níkkkkmat ssekalí mmmeemeekmu..aahhhhh.” teríaknya bersamaan dengan puncak keníkmatan yang datang bersamaan. Setelah ítu aku langsung mencíum bíbírnya dan kembalí mengenakan pakaían renangku dan kembalí berenang bersama Roní yang tídak menyadarí kejadían ítu.

Setelah ítu harí-harí beríkutnya sungguh mendatangkan gaírah baru dalam hídupku dengan tantangan bercínta bersama Bram. Pernah suatu saat ketíka akhírnya Roní mau bercínta denganku dí suatu malam híngga akhírnya día tertídur kelelahan, aku hendak mengambíl susu dí dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tídak mengenakan pakaían apapun. Saat aku membungkuk dí depan lemarí es sekelebat ku líhat bayangan dí belakangku sebelum aku menyadarí Bram sudah dí belakangku dan langsung menubruku darí belakang. Penísnya langsung menusuk vagínaku yang membuatku hanya tersedak dan menahan níkmat tíba-tíba íní. Kamí bergumul dí lantaí dapur lalu día mengambíl kursí dan duduk dí atasnya sambíl memangku aku, “Bram kamu nakal” desahku yang juga meníkmatínya dan kamí bercínta híngga hampír pagí dí dapur. Sungguh bersama Bram kudapatkan gaírah terpendamku selama íní.

Akhírnya ketíka proyek kantor Roní selesaí Bram harus pergí darí rumah kamí dan malam sebelum pergí aku dan Bram menyempatkan bercínta kembalí

Pencarian Konten:

  • Cersex bumil
  • www cersex atasanku
  • www cersex goda atasanku
  • wwwcersex napsuku terpuaskan oleh ayah

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *